Berita Lumajang

Saat Penggerebekan Eks Lokalisasi Lumajang, Satpol PP Amankan 9 PSK, Ada Yang Lari Hingga Melayani

Praktik bisnis esek-esek tersebut terbongkar setelah Satpol PP Lumajang menggelar razia pada Kamis

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Tony Hermawan
Petugas Satpol PP memeriksa 9 orang terkait razia di eks lokalisasi di Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir, Lumajang. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Melintasi kawasan Bebekan di Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir, Lumajang, sangat mudah menjumpai rumah-rumah yang dijadikan tempat warung kopi.

Namun, dibalik itu, rupanya masih ada pemilik usaha yang berani membuka layanan esek-esek untuk pengunjung warung kopi.

Padahal, kawasan eks lokalisasi tersebut pernah ditutup pemerintah setempat tahun 2018 lalu.


Praktik bisnis esek-esek tersebut terbongkar setelah Satpol PP Lumajang menggelar razia pada Kamis (25/8). Dari tempat tersebut Petugas Satpol PP Lumajang meringkus 9 orang. Mereka terdiri dari 7 pekerja seks komersial (PSK), kemudian 1 orang mucikari, dan 1 orang pria hidung belang. 


Informasinya, dalam razia tersebut sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Sejumlah PSK ada yang melarikan diri dan bersembunyi di lahan perkebun tebu saat melihat kedatangan petugas. Namun, ada juga cerita salah seorang PSK ditangkap usai kepergok tengah melayani tamu di dalam bilik cinta. 


Kepala Satpol PP Lumajang Matali Bilogo mengatakan, razia ini digelar dalam rangka memberantas penyakit masyarakat. Pasalnya, banyak masyarakat yang melaporkan Bebekan kini kembali menjadi kawasan mesum. Kedoknya menggunakan cara-cara lama. Para mucikari menawarkan suguhan kopi, selanjutnya berlanjut menawarkan bisnis esek-eseknya.


"PSKnya ada asalnya dari Lumajang, namun juga ada yang dari kabupaten tetangga," kata Matali.


Matali menuturkan, semua orang yang tertangkap razia kali ini akan diserahkan ke Dinas Sosial Lumajang. Di sana mereka akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan terinfeksi penyakit kelamin atau tidak. Selanjutnya, mereka akan dibekali keterampilan kerja agar tidak kembali terjerumus di dalam bisnis esek-esek.


Sayangnya, tindakan ini kerap kali tidak selalu berakhir baik. Banyak dari mereka yang sudah pernah tertangkap di kemudian hari kembali kepergok menjadi PSK. Setidaknya, dalam tangkapan ini ada tiga orang yang kembali terjaring.

Baca juga: Pengemis dan Gelandangan di Lumajang Ngeyel-ngeyel, Dinsos Sebut Mentalitas Telah Rusak Merasa Mudah

Kumpulan Berita Lainnya seputar Lumajang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


 "Alasannya banyak. Namun yang paling utama karena desakan ekonomi. Tapi ada juga yang karena terpengaruh lingkungan terdekatnya, sehingga kembali terjerumus di dunia hitam," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved