Berita Pamekasan

Tingkatkan Kemampuan, 30 Wartawan Pamekasan Ikuti Uji Kompetensi Wartawan

Ketua Perstauan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Tabri S Munir, mengatakan, UKW yang digelar ini merupakan kerjasama antara PWI dan Diskominfo

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Muchsin Rasjid
Wakil Ketua PWI Jatim, Bidang Organisasi, Machmud Suhermono, saat memberikan penjelasan, di hadapan peserta UKW di Hotel Odaita, Pamekasan, Jumat (26/8/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Sebanyak 30 wartawan di Pamekasan, dari media cetak, online dan radio, mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) di yang digelar di Hotel Odaita, Pamekasan, selama tiga hari, mulai Sabtu (27/8/2022) hingga Minggu (28/8/2022).

Ketua Perstauan Wartawan Indonesia (PW) Pamekasan, Tabri S Munir, mengatakan, UKW yang digelar ini merupakan kerjasama antara PWI Pamekasan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan.

Menurut Tabri, dari 36 wartawan yang pendaftar untuk mengikuti UKW, yang lolos ferivikasi 30 orang. “Kami berharap dengan digelarnya UKW ini, nanti kualitas teman-teman di bidang jurnalistik bisa ditingkatkan dan menjadi wartawan yang kompeten,” ujar Tabri S Munir, kepada SURYA, Jumat (26/8/2022).

Dikatakan, di hari ini, sehari sebelum digelar UKW, seluruh peserta UKW terlebih dulu mendapat materi pemahaman mengenai etika penulisan menyangkut perempuan dan anak di bawah umur, menghadirkan nara sumber dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pamekasan dan etika publikasi medis dan pasien yang dirawat di rumah sakit, menghadirkan dokter  dr Ratna Hermawati, Spesialis Anestesiologi, di RSUD Slamet Martodirjo Pamekasan.

Sementara Wakil Ketua PWI Jatim, Bidang Organisasi, Machmud Suhermono, nara sumber sekalugus juga menjadi penguji untuk UKW, lebih dulu memberikan pencerahan, kepada peserta mengenani penulisan orang yang masih berstatus praduga tidak bersalah, yang tengah berperkara di tingkat kepolisian.

“Selama ini saya sering membaca tulisan wartawan, dan menonton siaran TV, orang yang diduga tersangkut tindak pidana maupun perdata di kepolisian, teman-teman wartawan masih menyebut dengan pelaku. Sebelum mendapat keputusan tetap dari pengadilan negeri, harusnya penulisan atau penyebutannya diawali dengan kata terduga. Sebab, jika sudah terlanjur disebut pelaku, sementara putusan pengadilan menyatakan tidak bersalah, siapa yang akan bertanggung jawab. Kalau hal ini terjadi, tidak ada manfaatnya, malah bahaya besar,” kata Machmud Suhermono.

Selain itu, Machmud juga menjabarkan sekilas mengenai laporan pencemaran nama baik yang ditulis wartawan di media massa dengan alasan penghinaan dan dituding melanggar Undang – Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Machmud menguraikan, saat ini sudah ada surat keputusan bersama (SKB) sebagai implementasi UU ITE, yang ditandangani Kapolri, Jaksa Agung dan Menkominfo. “Tolong SKB ini dipelajari dan dipahami. Kemudian didiskusikan dengan pakar hukum dan pihak kepolisian. Sebab belakangan ini, kita sering mendengar adanya wartawan yang sedikit-sedikit dilaporkan karena melanggar ITE,” ujar Machmud.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim, Djoko Tetuko, salah seorang penguji UKW, lebih dulu menjelaskan kepada peserta mengenai pelaksanaan UKW agar para peserta di saat mengikuti UKW dengan waktu yang dibatasi ini, tetap bisa mengerjakan dengan lancar dan tidak ada kendala.

Baca juga: Wabup Pamekasan Ajak Perguruan Tinggi Manfaatkan Potensi Daerah, Demi Tingkatkan Kesejahteraan

Kumpulan Berita Lainnya seputar Pamekasan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

“Tolong teman-teman diperhatikan, dalam ujian di sesi jejaring besok, nara sumber yang dihubungi jangan sampai salah orang. Tetapi mereka nara sumber yang betul-betul mengerti dan kompeten di bidangnya,” ujar DjokoTetuko.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved