Berita Blitar

Maling Ditangkap Lantaran Ponsel Curian Dijual Anaknya, Aksinya Terekam CCTV hingga Viral

Tidak disangkanya, aksinya terekam CCTV, lalu diunggah ke medsos dan akhirnya viral, Sebab, HP Samsung J/5 hasil curiannya itu, dijual oleh anaknya.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA
Maling tertangkap lantaran ponsel curiannya dijual oleh anaknya 

TRIBUNMADURA.COM, BLITAR - Aksi pencurian yang dilakukan Faqih (40), warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, yang beraksi dengan menguras isi rumah Rizal (28), warga Desa/Kecamatan Selopuro, nyaris sulit diungkap. Sebab, pelaku hampir tak meninggal jejak apapun di TKP dan juga tak terekam CCTV meski itu dilakukan di siang bolong.

Namun, ada teori, bahwa tak ada kejahatan yang sempurna sehingga meski itu berlangsung rapi namun akhirnya terungkap juga.

"Pelaku berhasil kami tangkap di lokasi pelariannya, yakni di Tangerang kemarin (Minggu (28/8/2022)," ujar AKP Tika Pusvita Sari, Kasat Reskrim Polres Blitar, Senin (29/8/2022).

Pencuriannya sendiri sudah berlangsung empat bulan lalu atau pada Jumat (24/4/2022) siang boolong atau sekitar puku 14,00 WIB. Informasinya, pelaku datang ke Blitar dengan mengendarai sepeda motor sendirian dan memang sudah berniat membobol rumah korban. Sebab, pengakuannya sebelum menjalankan aksinya, ia sudah beberapa kali menggambar rumahnya.

Mudahnya, pelaku mempelajari rumah calon sasarannya karena memang rumah korban bukan di dalam kampung. Namun, itu berada di lokasi keramaian. Yakni, selain berada di tepi jalan raya yang ramai kendaraan bermotor juga hanya beberaa meter dari pusat keramaian di Kecamatan itu atau utara Pasar Selopuro. 

"Ia mengawasi rumah korban dan tahu rumah korban sepi karena hanya ada istrinya di rumah," paparnya.

Seperti gayung bersambut karena disaat pelaku mengawasinya, istri korban keluar rumah. Informasinya, mau belanja ke toko terdekat dan hanya sebentar atau diperkirakan hanya 30 menit dan sudah kembali.

Bersamaan itu, pelaku menyelinap ke belakang rumah korban dan membuka paksa pintu belakang yang terkunci dari dalam.

Dengan berbekal parang yang ditemukan di belakang rumah korban, ia pakai buat mencongkel pintu. Berhasil membobol rumah korban, pelaku menguras isinya, mulai dua laptop, dua HP yang salah satunya merek Samsung J/5, uang Rp 10 juta, perhiasan emas berbagai jenis, bahkan gelang saja ada sekitar lima buah mulai seberat 6 gram, 13 gram sampai yang 35 gram. Informasinya, pelaku menemukan barang itu, sebagian di dalam lemari, yang diacak-acaknya. 

Baca juga: Kuli Bangunan Ditemukan Gosong di Atap Rumah Tetangga di Blitar, ada Kabel Melintang

Kumpulan Berita Lainnya seputar Blitar

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Setelah itu, kabur dan pulang ke rumahnya (Malang)," ujarnya. 

Sehabis beraksi itu, mungkin pelaku merasa aman sehingga ada informasi lain, kalau dirinya kembali menjalankan aksinya serupa. Namun, kali ini yang jadi sasaran adalah bukan rumah melainkan pondok pesantren yang ada di Kabuaten Malang.

Tidak disangkanya, aksinya terekam CCTV, lalu diunggah ke medsos dan akhirnya viral sehingga ia takut lalu kabur ke Tangerang. Ditambah juga, ia menyadari kalau aksinya sebentar lagi bakal diketahui petugas. Sebab, HP Samsung J/5 hasil curiannya itu, dijual oleh anaknya.

Maksudnya, pelaku mungkin kepingin menyenangkan anaknya, sehingga memberikannya HP Samsung J/5 itu. Namun, kan tidak mungkin, itu diceritakan ke anaknya kalau hasil curiannya. Oleh anaknya, entah mengapa, HP curian itu dijualnya. 

Celakanya, si pembelinya itu memang tinggal di Malang namun asal Blitar. Dari HP yang dijual anaknya itu, akhirnya terkuak karena berkat kejelian petugas buser Polres Blitar.

Namun, untuk menangkapnya, tidak mudah karena petugas harus memburunya. Sebab, pelaku sudah kabur ke Tangerang. Lagi-lagi berkat kejelian petugas, pelaku berhasil ditangkap di tempat kosnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved