Berita Lumajang

Kain Selimut di Pinggir Sungai Dikira Berisi Ular, Warga Kaget Ternyata Bayi Laki-laki Dibuang

Anaknya semula mengira buntelan kain selimut itu adalah seekor ular. Namun, setelah diperiksa dia menemukan bayi laki-laki

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
theasianparent.com
Sempat dikira ular ternyata bayi laki-laki di pinggir sungai di Lumajang 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Perkara ironis terjadi di Dusun Umengan, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ditemukan di pinggir sungai di dusun setempat. Bayi itu diduga dibuang oleh orang terdekatnya sendiri.


Beruntung saat ditemukan nyawa bayi itu masih dalam kondisi selamat. Orang yang menemukan bayi itu pertama kali yakni Ida Farida, Kamis (1/9) sekira pukul 16.30 WIB. Ia yang saat itu mencuci baju di sungai bersama anaknya melihat buntelan kain selimut berwarna biru di pinggir sungai.


Anaknya semula mengira buntelan kain selimut itu adalah seekor ular. Namun, setelah diperiksa dia menemukan fakta mengejutkan. Di dalam buntelan kain  tersebut ternyata terdapat bayi berjenis kelamin laki-laki. 


Diyakini kuat bayi itu baru lahir beberapa jam sebelum ditemukan. Karena tali pusar bayi belum terpotong dari area pusar. Selain itu, di tangan dan kaki bayi juga masih terdapat bercak darah. Rambut bayi juga masih berbau darah seperti belum dibasuh air. Sehingga ada dugaan kuat bayi itu lahir tanpa pertolongan medis.


"Aku sempat syok, akhirnya aku nyari kakak buat melaporkan bayi itu ke kepala desa," kata Ida Farida.


Bayi malang itu sekarang dirawat intensif di RSUD dr Haryoto. Dinas Sosial Kabupaten Lumajang menjamin kesehatan bayi itu selama menjalani masa perawatan hingga ditemukan orang tuanya. 


Badan bayi mungil itu memiliki berat badan 2,8 kilogram. Panjang badannya 43 centimeter. Ibu bayi diduga terlalu kalut menangung hasil hubungan diluar nikah. Sehingga bayi itu dibuang.


Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah mencari ibu bayi dengan melakukan koordinasi aparat Desa Nguter. Titik yang mulai dicari yakni bidan, puskesmas, dan rumah sakit di sekitar Pasirian. 


Dia juga berharap masyarakat ikut membantu mencari ibu bayi. Jika masyarakat pernah melihat perempuan muda hamil, tapi sekarang tidak ketahuan di mana bayinya, kapolres meminta melaporkan kecurigaan itu ke polisi.

Baca juga: Kebakaran Pasar Loak Serangin Lumajang, 1 Toko Alami Kerugian hingga Rp 1 Miliar, Ada Bakar Kambing

Kumpulan Berita Lainnya seputar Lumajang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


"Kalau pun identitas tidak ingin diketahui, kami punya nomor silahkan dihubungi saja," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved