Berita Malang

Kakek Bertapa di Goa Selama 10 Tahun Lebih di Malang, Tinggal Beralaskan Terpal dan Botol Berserakan

Ketua Relawan Komunitas Arela (Arek-Arek Lawang), Bastian Nova Pratama mengaku jika kakek tersebut sudah berdiam di goa sedari lebih dari 10 tahun

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Samsul Arifin
istimewa
Ilustrasi Goa - Seorang kakek sebatang kara di Malang tinggal di goa bertapa selama 10 tahun 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Yudi kakek sebatang kara berusia 70 tahun yang ditemukan di salah satu gua, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dikabarkan memilih tinggal di gua karena sedang bertapa.

Ketua Relawan Komunitas Arela (Arek-Arek Lawang), Bastian Nova Pratama mengaku jika pria tersebut sudah berdiam di goa sedari lebih dari 10 tahun.

"Berdasarkan informasi yang kami terima keluarga Bapak Yudi ini dulunya adalah kemauan sendiri. Ia memang berniat tinggal di goa tersebut untuk tujuan bertapa katanya. Kabarnya seperti itu," ungkap Bastian ketika dikonfirmasi.

Bastian juga menerima jika Yudi sebelum sakit kerap berjalan menuju Pasar Lawang lalu kembali ke gua. Sehari-hari, Yudi mengandalkan bantuan tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum.

"Sudah dibawa ke Griya Lansia Khusnul Khotimah, Kecamatan Wajak agar mendapat perawatan yang layak," tutupnya.

Sementara itu, Polsek Malang melakukan evakuasi terhadap seorang kakek yang tinggal sebatang kara di sebuah gua di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (5/9/2022).

Kapolsek Lawang, Kompol Yatmo menjelaskan pria tersebut bernama Yudi berusia 70 tahun. Saat dievakuasi, tidak ditemukan kartu identitas dari yang bersangkutan.

Yudi tinggal di gua tersebut hanya dengan beralaskan terpal dan botol-botol plastik air mineral berserakan. Evakuasi Yudi berawal dari laporan masyarakat yang kerap memberikan makanan dan minuman kepada pria sebatang kara tersebut. Kabarnya, Yudi sudah bertahun-tahun di gua tersebut.

"Saat ini bapak Yudi sudah kami evakuasi menuju Griya Lansia  Husnul Khatimah yang berada di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang," ujar Yatmo ketika dikonfirmasi.

Yatmo menerangkan, proses evakuasi Yudi berjalan cukup menguras tenaga. Pasalnya, gua yang menjadi tempat tinggal Yudi berada di medan yang terjal.

Baca juga: Selebgram Cantik Kota Malang Jadi Korban Teror Fetish Serbet, Ini Isi DM Instagramnya, Beli Serbet

Kumpulan Berita Lainnya seputar Malang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Akses menuju lokasi Gua terbilang sulit, medan yang curam serta keberadaan di tengah-tengah hutan. Kondisi bapak Yudi sedang tidak fit atau sakit. Hanya terbaring lemas di gua," papar Yatmo.

Yatmo menjelaskan, pihaknya akan melakukan penelusuran untuk mencari keberadaan keluarga Yudi.

"Saat ini kami sedang berusaha membantu dengan seadanya terhadap bapak Yudi. Kami lakukan pemeriksaan pemeriksaan kesehatan awal, kemudian kami ajak untuk berobat sekaligus mengevakuasi dari lokasi tersebut," tutup Yudi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved