Berita Pamekasan
PMII Pamekasan dan DPRD Kompak Tolak Kenaikan Harga BBM, Dinilai Sengsarakan Rakyat
Demonstrasi dari PC PMII ini meminta Pemerintah untuk mencabut keputusan mengenai naiknya harga BBM Subsidi untuk kembali ke harga semula
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama anggota DPRD Pamekasan, Madura, orasi bersama menolak kenaikan harga BBM Subsidi yang telah diputuskan pemerintah beberapa hari yang lalu.
Demonstrasi dari PC PMII ini meminta Pemerintah untuk mencabut keputusan mengenai naiknya harga BBM Subsidi untuk kembali ke harga semula.
Korlap Aksi, M Yasin menyampaikan, PC PMII Pamekasan menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM Subsidi yang sudah diputuskan.
Ia menilai Pemerintah menaikkan harga BBM Subsidi hanya demi menyelamatkan APBN semata, dan bukan memikirkan nasib masyarakat miskin yang saat ini tengah fokus pada pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
"Gagal maju Indonesia kalau kebijakan pemerintah tidak pro rakyat," teriak M Yasin di depan Kantor DPRD Pamekasan.
Pihaknya berharap pemerintah pusat agar mencabut keputusan kenaikkan harga BBM Subsidi yang sebelumnya sudah diumumkan pada Sabtu kemarin (3/9/2022) sekira pukul 13:30 WIB.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Khoirul Umam saat melakukan orasi di atas sound menyatakan memiliki persepsi yang sama dengan para mahasiswa ini, yakni juga menolak kenaikan harga BBM.
"Kita satu persepsi, yaitu menolak kenaikan BBM yang sudah diputuskan pemerintah pusat," kata Khoirul Umam.
Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKB itu menyebut kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM saat ini bukanlah waktu yang tepat.
Baca juga: Buruh Tani Tembakau dan Buruh Pabrik Rokok di Pamekasan Dapat Bantuan Rp 900 Ribu Selama 3 Bulan
Kumpulan Berita Lainnya seputar Pamekasan
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Karena kondisi masyarakat saat ini masih fokus pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.
“Kami ingin pulih lebih cepat, tetapi malah harga BBM malah naik," sesalnya.
Pihaknya mewakili DPRD Pamekasan meminta dengan hormat terhadap Presiden untuk mencabut keputusan atas kenaikan harga BBM tersebut.
Sebab dinilai akan berdampak kepada masyarakat kecil.
Umam berjanji siap mengawal tuntutan massa aksi untuk menyampaikan terhadap pemerintah pusat agar segera ditindaklanjuti.