Berita Madura
Lomba Renang Digelar, Penjual Makanan dan Minuman di Wisata Bukit Jaddih Bangkalan Kembali Sumringah
Konsep Sport Tourism diusung Dispora Bangkalan dalam gelaran lomba renang pelajar nasional Bupati Bangkalan Cup di kolam renang Goa Pote Bukit Jaddih
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Memacu prestasi olahraga sekaligus mendongkrak kembali perekonomian masyarakat tengah digalakkan pemerintah.
Konsep Sport Tourism itulah yang diusung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan dalam gelaran lomba renang pelajar nasional Bupati Bangkalan Cup di Kolam Renang Goa Pote Wisata Bukit Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Minggu (11/9/2022).
Hiruk-pikuk teriakan penonton serta wali pelajar yang berlomba seakan melebur bersama keceriaan wajah para penjual makanan dan minuman (mamin).
Senyum para penjual mamin kembali merekah ketika Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan, Drs Mohni, MM mengunjungi satu persatu belasan lapak mereka.
“Laris, laris. Alhamdulillah Bapak, martabak telur,” ungkap seorang perempuan penjual mamin di lapak sisi selatan Kolam Renang Goa Pote.
Baca juga: Peserta Lomba Renang Pelajar di Wisata Alam Bukit Jaddih Membeludak, Dispora Bangkalan Batasi Kuota
Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Bangkalan di GoogleNews TribunMadura.com
Penjual telur gulung, Lilin asal Desa Jaddih menuturkan, gerobak miliknya terpaksa dipindahkan dari kawasan Kolam Renang Goa Pote ke depan pasar karena hantaman pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir.
“Terpaksa berjualan telur gulung di pasar. Semenjak corona, akhirnya lama gak ada acara di sini (kolam renang),” tuturnya kepada Surya.
‘Bangkalan Open Pelajar Swim 2022’ itu diikuti sebanyak 435 pelajar. Jika dihitung ratusan pelajar itu hadir bersama orangtua atau keluarga, dipastikan total pengunjung Kolam Renang Goa Pote lebih dari 1.000 orang. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan, hingga Sumatera.
“Ya senang Mas, soalnya kalau gini kan acara setahun sekali. Ya kadang gak nentu sih, kalau ada acara begini senang karena ramai, alhmadulillah. Di sini penghasilannya bisa dua kali lipat daripada berjualan di pasar,” pungkas Lilin.
Wabup Mohni berkeliling usai membuka ‘Bangkalan Open Pelajar Swim 2022’. Ia didampingi Kepala Dispora Bangkalan, Ahmad Ahadian Hamid, Ketua KONI Bangkalan, Fauzan Jakfar, Sekretaris DPRD Bangkalan, Ahmad Roniun Hamid, unsur Muspika Socah, Kades Parseh, Ilyas beserta perangkat desa sejumlah tokoh masyarakat.
Kepala Dispora Bangkalan, Ahmad Ahadian Hamid menjelaskan, keputusan menjadikan Kolam Renang Goa Pote sebagai venue lomba renang pelajar nasional sebagai upaya menghidupkan kembali geliat perekonomian masyarakat Desa Parseh dan Desa Jaddih.
“Saya mendengar informasi bahwa kola mini sempat tutup karena pandemic Covid-19. Karena tujuan wisata di Bangkalan yang sering dengar dari teman-teman luar kota, Bebek Sinjar dan Bukit Jaddih,” jelas Ahadian.
Wisata alam Bukit Jaddih mulai terendus wisatawan setelah tahun 2012. Keindahan bebatuan kapur seluas sekitar 200 hektar itu memang tidak terbentuk secara alami. Seperti halnya komplek formasi bebatuan cantik di Taman Nasional (TN) Badlands, South Dakota, Amerika Serikat, The Pinnacle di TN Nambung di Australia Barat dengan bebatuan yang menyembul di padang pasir, ataupun menara batu pasir yang menjulang di atas Kota Kalambaka, Yunani.
Suguhan pemandangan eksotis bebatuan di tengah aktivitas tambang itu juga menjadi magnet komunitas fotografi dari berbagai daerah, pembuatan latar pre-wedding, hingga kegiatan camping dan outbound sejumlah mahasiswa.
Pesona Kolam Renang Goa Pote di alam terbuka dan menjorok di kedalaman sekitar tujuh meter di bawah permukaan tanah memang menjelma salah satu ikon wisata di Kabupaten Bangkalan. Tersaji di tengah perbukitan kapur, kolam renang tersebut memiliki ukuran 50 x 40 meter. Selain kolam renang, wisata alam Bukit Jaddih juga menyajikan suguhan danau buatan yang tak kalah eksotis.
“Air di kolam renang ini bersumber dari alam, murni dari sumber mata air perbukitan. Tidak ada campuran zat lain, berenang di sini seperti berenang di air minum Bariklana yang kini dijadikan air mineral kemasan botol,” pungkas Ahadian.
Sementara Ketua KONI Bangkalan, Fauzan Jakfar, event lomba renang pelajar nasional dengan mengusung konsep Sport Tourism diharapkan bisa dilaksanakan juga oleh cabang olahraga (cabor) lain di Kabupaten Bangkalan.
“Semisal Cabor Atletik, start dari Jembatan Suramadu dan finish di sini (wisata alam Bukit Jaddih). Cabor lain seperti olahraga jenis combat, bisa digelar di sini. Kami mengapresiasi Dispora Bangkalan hingga tergelarnya event renang pelajar se Indonesia,” ungkap Fauza kepada Surya.
Apresiasi dari KONI Bangkalan tidak lepas dari keputusan dispora mengusung konsep Sport Tourism yang memang dalam setahun terakhir tengah digalakkan pemerintah melalui dunia olahraga.
“Memang ke depan, begitu juga KONI, olahraga itu tidak harus mengarah kepada sektor pembinaan semata tetapi juga menyentuh terciptanya perputaran sektor ekonomi. Sehingga tidak hanya prestasi yang dihasilkan tetapi secara ekonomi bisa,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)