Berita Madura

Penebangan Pohon di Tengah Kota Jadi Sorotan Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Sebabkan Gersang

jika terpaksa pohon-pohon itu dipangkas, hendaknya cara pemangkasannya dipertimbangkan.

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Muchsin Rasjid
Pohon di pinggir jalan raya di Jl Diponegoro, Pamekasan yang dipangkas terlihat gersang dan dikeluhkan warga. Sebab suhu di sekitarnya menjadi panas. 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Pemangkasan pohon di pinggir jalan di sejumlah ruas di tengah kota, yang dilakukan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, mendapat protes dari DPRD Pamekasan. Sebab pemangkasan dinilai kurang tepat, di saat musim kemarau seperti sekarang ini.

“Belakangan ini, kami mendapat banyak keluhan dari warga Pamekasan. Baik dari warga yang melintas di jalan yang pohonnya dipangkas, maupun warga penghuni di pinggir jalan. Karena di saat cuaca panas-panasnya seperti ini, pohon yang rindang dan membuat teduh dipangkas,” ujar Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Maskur Rasid.

Menurut politisi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPP), yang akrab dipanggil Hamas, seharusnya ketika memasuki musim kemarau dengan suhu cukup panas, untuk sementara pemangkasan dihentikan terlebih dahulu, agar tidak membawa efek buruk yang banyak dikeluhkan warga.

Namun kata Hamas,  jika terpaksa pohon-pohon itu dipangkas, hendaknya cara pemangkasannya dipertimbangkan.

Karena yang dipangkas itu bukan hanya sesuai dengan ketinggian pohon, namun hampir semua daun dan ranting juga dipangkas, sehingga hasil dari pemangkasan pohon di lokasi itu terlihat gersang, lantaran nyaris tidak menyisakan selembar daun.

Padahal, pemangkasan pohon yang berlebihan dan terlihat gundul mengurangi kadar 02. Sementara keteduhan dibuntuhkan untuk menguransi suhu yang panas menyengat.

“Kami sarankan pula, sebaiknya kalau ingin memangkas pohon di pinggir jalan, lakukan di malam hari. Pemangkasan yang dilakukan selama ini dikerjakan siang hari dan mengganggu arus lalu lintas dan akitivitas warga sekitar,” kata Hamas.

Hamas berharap, pemangkasan pohon itu jangan sampai membuat ruang terbukan hijau menjadi kering dan kondisi di tengah kota menjadi gersang, hanya gara-gara pemangkasannya yang tidak mempertimbangkan berbagai faktor. Sehingga hal-hal positif yang diinginkan, berdampak kurang bagus.

Kepala DLH Pamekasan, Cahya Wibawa, beberapa kali ditelepon tidak diangkat. Setiap kali ponselnya dihubungi, terdengar suara nomor yang anda tuju sedang sibuk. Cobalah, beberapa menit lagi. Begitu berulang-ulang.

Baca juga: Kapolres Pamekasan Berikan Bantuan ke Anggotanya yang Sakit Menahun dan Korban Laka Lantas

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

Pantauan di lapangan, pohon yang dipangkas diantaranya, di Jl Kabupaten, Jl Jokotole, Jl Trunojoyo, Jl R Abd Azis, Jl Segara, Jl Diponegoro dan beberapa jalan lainnya. Semua pohon yang dipangkas dari ketinggian tanah 8 meter. Misalnya tinggi pohon 15 meter, dipangkas ketinggiannya menjadi 8 meter.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved