Sabtu, 25 April 2026

Ada 3 Penyebab Utama Selingkuh Menurut Pakar Psikologi, Serta Dampak dari Perselingkuhan

Dampak emosional dari perselingkuhan disebut sangat mirip dengan stage of grief atau tahap kedukaan.

Editor: Samsul Arifin
Net
Ilustrasi perselingkuhan - ada 3 penyebab utama selingkuh menurut pakar psikologi serta dampak dari perselingkuhan 

TRIBUNMADURA.COM - Ada 3 Penyebab seseorang berselingkuh menurut pakar Psikologi dari California.

Menurut pakar dari California itu 3 hal jadi sebab orang berani berselingkuh.

Dampak emosional dari perselingkuhan disebut sangat mirip dengan stage of grief atau tahap kedukaan.

Pertama, orang yang diselingkuhi mungkin merasa kaget pasangannya melakukan pengkhianatan seperti itu.

Ia mungkin mulai menyangkal fakta itu.

Kemudian, ia akan merasa sakit hati dan marah, yang kemudian berujung pada pertanyaan, "Mengapa dia berselingkuh?".

Menurut Kelly Campbell, Ph.D., Profesor Psikologi di California State University, San Bernardino, ada banyak sekali alasan mengapa orang berselingkuh.

Tetapi dia juga dengan cepat mengatakan bahwa hal itu tidak perlu dianggap kejahatan.

"Kami tidak tahu apakah manusia bahkan digolongkan untuk menjadi monogami," katanya.

Baca juga: Diduga Dipicu Soal Asmara dan Perselingkuhan, Pemuda Dianiaya di Kota Mojokerto, Dipukul Balok Kayu

"Hanya saja beberapa orang secara alami lebih sejalan dengan pandangan itu dan yang lainnya tidak."

Mengingat perbedaan ini, Campbell mengatakan sangat penting bagi setiap pasangan untuk mendiskusikan apa arti perselingkuhan bagi mereka.

"Penting untuk mengetahui bagaimana pasangan Anda mendefinisikannya."

"Pria cenderung lebih kesal tentang perselingkuhan fisik, sementara wanita menghargai pengungkapan emosional."

"Bagaimana Anda tahu di mana batasnya?"

Mengutip Brides.com, inilah yang perlu Anda ketahui tentang psikologi selingkuh, dari red flags (tanda bahaya), alasannya, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Sebagian besar peneliti setuju bahwa 'lima besar' adalah parameter yang paling banyak digunakan dan mencerminkan tipe kepribadian," kata Campbell.

"Ketika orang berperingkat rendah untuk agreeableness dan conscientiousness, penelitian menunjukkan bahwa mereka lebih cenderung selingkuh."

Tiga kepribadian lainnya yakni Openness (keterbukaan), Extraversion (kecenderungan untuk fokus pada kepuasan yang diperoleh dari luar diri) dan Neuroticism (Neurotisisme).

- Hidup Anda dan pasangan tidak saling terkait

"Jika Anda memperhatikan bahwa hidup Anda tidak saling terkait" itu pertanda, kata Campbell.

"Ketika Anda bertemu satu sama lain, apakah Anda mengungkapkan informasi yang berarti atau menahan diri?"

- Anda melihat perbedaan dalam diri pasangan sebagai kekurangan

Campbell juga menunjukkan bahwa pepatah lama "opposites attract" tidak berlaku saat hubungan berlangsung lama.

"Pada awalnya Anda mungkin melihat perbedaan sifat pasangan sebagai penyeimbang dalam diri Anda."

"Tapi seiring waktu, orang-orang yang berlawanan sifat sering melihat perbedaan itu sebagai kekurangan yang fatal."

- Mereka menjadi narsis

Perhatikan perubahan perilaku pasangan kita, kata Campbell.

"Orang yang narsis lebih cenderung terlibat dalam perselingkuhan."

"Jika Anda melihat pasangan Anda mulai mendambakan lebih banyak perhatian—misalnya, dengan berinteraksi dengan pelayan di restoran—itu adalah red flag."

Alasan Selingkuh

Ada banyak alasan orang selingkuh, tetapi menurut Campbell, mereka biasanya masuk dalam tiga kategori: individu, hubungan, dan situasional.

"Ungkapan 'sekali selingkuh, selalu selingkuh' mengacu pada alasan individu untuk selingkuh," tulis Campbell dalam sebuah artikel untuk Psychology Today.

"Kualitas tentang seseorang membuatnya lebih rentan untuk melakukan perselingkuhan."

Aspek-aspek seperti ciri-ciri kepribadian, orientasi agama dan politik, dan gender mungkin semua berperan.

Sementara itu, mereka yang selingkuh karena alasan hubungan, melakukannya karena mereka tidak merasa puas.

"Para peneliti menemukan bahwa kemitraan yang ditandai dengan ketidakpuasan, dan konflik yang tinggi berisiko lebih tinggi untuk perselingkuhan," katanya.

"Selain itu, semakin berbeda pasangan—dalam hal kepribadian, tingkat pendidikan, dan faktor lainnya—semakin besar kemungkinan mereka melakukan perselingkuhan."

Terakhir yakni alasan situasional.

Ini mengacu pada orang-orang yang tidak memiliki kepribadian yang cenderung selingkuh, tetapi "sesuatu tentang lingkungan mereka menempatkan mereka pada risiko perselingkuhan."

Sesuatu itu tampaknya sederhana, seperti pindah pekerjaan atau pindah ke luar kota.

Langkah Selanjutnya

Jika pasangan Anda berselingkuh, Anda akan ditempatkan pada dua pilihan: memperbaiki hubungan, atau membiarkannya pergi?

"Tanpa menghakimi, saya akan meminta mereka untuk mengungkapkan mengapa mereka melakukannya untuk mempelajari sisi cerita mereka. Apakah perselingkuhan ini benar-benar tentang mereka?," ujar Campbell.

Cobalah melakukan percakapan dengan pikiran terbuka sehingga pasangan Anda tidak menutup diri dan hanya mengatakan apa yang ingin Anda dengar.

Aspek kedua yang perlu dipertimbangkan adalah apakah mereka menyesal setelah berselingkuh.

"Anda tidak akan bisa memperbaiki hubungan jika mereka bersikap defensif atau tidak mau jujur setelah selingkuh."

"Lalu tanyai diri Anda sendiri, 'Bisakah Anda memercayai mereka lagi?'."

"Anda tidak boleh menjadi orang yang selalu membawa-bawa topik perselingkuhan ketika bertengkar, itu tidak sehat."

"Bisakah Anda menjadi tipe orang yang memaafkan dan memercayai mereka?"

Terakhir, Campbell mengatakan penting untuk mundur dari situasi dan memikirkan bahwa nilai-nilai Anda.

"Apakah Anda disakiti melampaui titik yang tidak dapat dikembalikan?"

"Jika seseorang berselingkuh, itu mungkin merupakan indikasi bahwa kebutuhan mereka tidak terpenuhi—tetapi bagaimna dengan kebutuhan Anda?"

"Miliki lah harga diri yang tinggi, dan sadari bahwa Anda berharga."

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved