Berita Madura

Bawaslu Bangkalan Tak Pandang Bulu Bagi Pendaftar Panwascam, Bila Positif Narkoba Akan Dieliminasi

Dipastikan jumlah pendaftar akan semakin terus bertambah hingga akhir masa pendaftaran, yakni 27 September 2022 mendatang.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Para pendaftar tampak mengantri di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangkalan pada hari kedua rekrutmen anggota panitia pengawas kecamatan, Kamis (22/9/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Minat masyarakat Kabupaten Bangkalan untuk menjadi panitia pengawas kecamatan (panwascam) terbilang tinggi. Itu terbukti di hari kedua pendaftaran, Kamis (22/9/22), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat telah mencatat sejumlah 39 orang pendaftar.

Dipastikan jumlah pendaftar akan semakin terus bertambah hingga akhir masa pendaftaran, yakni 27 September 2022 mendatang.

Bawaslu Kabupaten Bangkalan menargetkan sebanyak 108 pendaftar. Dari jumlah tersebut, hanya sebanyak 54 orang yang akan lolos sebagai panwascam. Artinya, setiap kecamatan hanya diisi sebanyak 3 anggota panwascam terpilih.

“Kemarin di hari pertama masih 22 orang pendaftar. Namun pada hari kedua ini, tercatat sebanyak 39 orang pendaftar yang telah memasukkan berkas. Mereka terdiri dari 35 laki-laki dan 4 orang perempuan,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Mustain Saleh kepada Surya.

Ia menegaskan, pihaknya akan memberlakukan tes bebas narkoba kepada peserta yang telah lolos seleksi. Tes tersebut akan dilakukan beberapa saat menjelang pelantikan panwascam terpilih.

“Semisal nanti ternyata, semoga tidak, ada hasil tes yang menunjukkan positif narkoba pasti kami eliminasi. Kami ganti pendaftar yang lain,” tegasnya.

Tes bebas narkoba sengaja dilakukan pada momen terakhir bersama gelaran psikotes. Itu dilakukan Bawaslu Kabupaten Bangkalan untuk meringankan beban para pendaftar mengingat kedua tes tersebut membutuhkan biaya mahal.

“Memang sebetulnya ada surat keterangan sehat rohani dan bebas narkoba tetapi dua tes ini harus bayar dan agak mahal. Karena itu nanti kami fasilitasi setelah terpilih sebelum pelantikan,” jelasnya.  

Selain itu, syarat lain bagi pendaftar adalah usia minimal 25 tahun dengan lampiran E-KTP, pendidikan minimal SMA atau sederajat dengan melampirkan ijazah legalisir, surat lamaran, dan keterangan sehat jasmani cukup dari puskesmas.

Baca juga: Mengerikan, Inilah Dampak Makan Ikan Bencong, Ikan yang Terkontaminasi Sampah Mikroplastik

Mustain menambahkan, para pendaftar kini tidak perlu lagi melampirkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) ataupun surat keterangan tidak pernah dipidana dari Pengadilan Negeri.

Melainkan cukup dengan melampirkan surat pernyataan tidak pernah dipidana dengan membubuhkan selembar materai Rp 10.000

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Bangkalan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

“Semuanya jadi satu di surat pernyataan. Jadi sekarang syaratnya sudah sangat mudah, gampang dan murah untuk menjadi penyelenggara pemilu,” pungkas Mustain.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved