Berita Madura

Bukan Pemadaman Total, PLN Sebut Besok di Pulau Madura Hanya Pemadaman Bergilir dalam 3 Tahap

emadaman bergilir di empat kabupaten di Madura mulai dilakukan sejak pukul 07.00-10.00 WIB, 10.00-13.00 WIB, dan 13.00-16.00 WIB.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
ilustrasi - Supervisor Teknik UP3 PLN Pamekasan saat memperhatikan jaringan listrik beberapa waktu lalu. Besok ada pemadaman bergilir bukan pemadaman total di Pulau Madura 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kegiatan peningkatan keandalan pasokan aliran listrik ke Pulau Madura memaksa PLN melakukan pengurangan daya dengan tiga tahap pola pemadaman bergilir mulai besok, Minggu (25/9/2022).

Pemadaman bergilir di empat kabupaten di Madura mulai dilakukan sejak pukul 07.00-10.00 WIB, 10.00-13.00 WIB, dan 13.00-16.00 WIB.

Hal itu disampaikan Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pamekasan, Feri Asmoro Hermanto sebagai upaya menepis informasi yang berkembang di tengah masyarakat bahwa PLN akan melakukan pemadaman total mulai besok.

“Kami tidak padam total, makanya isu yang berkembang Pulau Madura padam total itu tidak demikian. Kami merekayasa beban, pengurangan beban atau pemadaman bergilir. Tahapannya dibagi tiga tahap pola pemadaman bergilir,” ungkap Feri kepada Surya melalui sambungan selulernya.

Ia menjelaskan, pemadaman bergilir sebagai dampak dari pekerjaan jumper temporary oleh Tim Unit Induk Transmisi bertujuan untuk meningkatkan daya mampu pasokan aliran listrik tegangan tinggi 150kV dari Gardu Induk (GI) Ujung Surabaya ke GI Bangkalan.  

“Sehingga nantinya ada peningkatan daya dari 145 MW menjadi 180 MW. Kami upayakan ketika kegiatan jumper temporary selesai sebelum pukul 16.00 WIB, maka sudah kami lakukan penormalan,” jelasnya.

Sebelumnya, pola pemadaman bergilir selama sembilan hari, Sabtu (26/2/2022) puku; 21.44 WIB hingga Senin (7/3/2022) pernah diterapkan PLN di empat kabupaten di Pulau Madura. itu setelah salah satu dari dua line atau jalur transmisi bertegangan 150 kV yang memasok aliran listrik ke Pulau Madura melalui Jembatan Suramadu mengalami kerusakan.

Gangguan penghantar Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) sebesar 150 kV di GI Ujung Surabaya dan GI Bangkalan.mengakibatkan terjadinya penurunan daya, dari sebesar sekitar 145 MW menjadi di siang hari sebesar 20 - 30 MW dan sebesar 70 MW pada malam. Sehingga memaksa PLN melakukan pemadaman secara bergilir pada pelanggan dengan estimasi waktu rata-rata 3 jam untuk sebagian wilayah Madura.

Berkaca dari permasalahan tersebut, PLN saat ini tengah melakukan pemasangan kabel Line III dan Line IV di atas Jembatan Suramadu. Dengan harapan ketika di masa mendatang terjadi kerusakan terhadap salah satu line, maka tidak sampai menggangu pasokan listrik ke Pulau Madura.  

Baca juga: BREAKING NEWS : Besok Warga Madura Harus Bersiap Aliran Listrik Dipadamkan Sehari, Ini Penyebabnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura, Berita Bangkalan, Berita Sampang, Berita Pamekasan dan Berita Sumenep hanya di GoogleNews TribunMadura.com

Feri menambahkan, pekerjaan yang saat ini tengah berproses di atas Jembatan Suramadu dari arah Surabaya menuju Bangkalan merupakan tahap pertama kegiatan penambahan kabel, yakni  Line III. Sesuai jadwal Unit Induk Proyek, pekerjaan Line III akan rampung pada Februari 2023.

“Untuk pekerjaan tambahan Line IV akan dimulai pada tahun 2023. Ketika Line III dan IV dengan masing-masing daya sebesar 150 MW rampung, maka ada tambahan daya listrik ke Pulau Madura sebesar 300 MW,” pungkasnya.  

Sekedar diketahui, pasokan listrik di Pulau Madura salah satunya berasal dari pembangkit di PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo yang dikirim ke GI 500 kV dan 150 kV di Surabaya. GI Jalur transmisi 150 kV Surabaya mengirim dari Kenjeran Gili Timur menggunakan dua line; Line I dan Line II masing-masing jalur transmisi bertegangan 150 kV ke Madura melalui Jembatan Suramadu. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved