Berita Madura

Kasus PMK di Bangkalan Ratusan Sapi Masih Suspek dan Belum Sembuh, Ini Kata Dinas Peternakan

ratusan sapi itu dilaporkan suspek atau diduga menderita PMK sejak awal Mei 2022. Bersama total kumulatif sejumlah 6.485 ekor sapi di Bangkalan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, drh Ali Makki memantau layar informasi kesehatan hewan nasional (iSIKHNAS) tentang perkembangan angka kasus PMK dari ruang kerjanya, Jumat (7/10/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Melandainya kasus penyakit mulut dan kaki (PMK) bahkan kendati lebih dari sebulan terakhir tidak ada laporan kasus suspek baru, namun Bangkalan hingga saat ini masih belum berstatus sebagai kabupaten zero reported case PMK.

Hal itu dikarenakan kesembuhan sejumlah 491 ekor sapi sampai sekarang masih menjadi misteri.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, drh Ali Makki mengungkapkan, ratusan sapi itu dilaporkan suspek atau diduga menderita PMK sejak awal Mei 2022. Bersama total kumulatif sejumlah 6.485 ekor sapi di Kabupaten Bangkalan.

“Posisi Bangkalan, update 6 Oktober 2022 sebanyak 491 suspek yang belum terlaporkan sembuh. Selama yang dulunya suspek belum dilaporkan sembuh semua, berarti Bangkalan dianggap belum nol kasus. Jadi kita belum berstatus zero reported case,” ungkap Ali kepada Surya, Jumat (7/10/2022).

Ia menjelaskan, sebuah kabupaten untuk mencapai status zero reported case harus melaporkan semua kasus suspek yang dulu pernah dilaporkan ke sistem informasi kesehatan hewan nasional (iSIKHNAS).  

Baca juga: Ada 2 Desa di Bangkalan Belum Membentuk Panitia Pilkades, Dinas PMD Perpanjang Masa P2KD

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Bangkalan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

“Apabila dua minggu setelah laporan terakhir kesembuhan tidak ada laporan kasus baru suspek PMK, barulah kabupaten bisa dinyatakan zero reported case. Salah satu parameternya adalah semua sapi yang dilaporkan sakit harus dilaporkan sembuh dulu,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved