Berita Madura

Baddrut Tamam Temui Mahasiswa Demo Soroti Empat Tahun Kinerja Bupati Pamekasan, ada yang Disampaikan

BEM UNIRA menyoroti kinerja empat tahun kepemimpinan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang dinilai kurang maksimal dalam menjalankan programnya. 

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menemui mahasiswa yang demo di depan kantornya, Selasa (18/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, tidak menyurutkan Bupati Baddrut Tamam untuk menemui para demonstran di depan kantornya, Selasa (18/10/2022) kemarin.


Demonstran dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (UNIRA) tersebut menyoroti kinerja empat tahun kepemimpinan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang dinilai kurang maksimal dalam menjalankan programnya. 


Mulai bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lain-lain.


Pada kesempatan itu, bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut tetap keluar menemui para pengunjuk rasa meskipun hujan mengguyur.

Baca juga: Hari Jadi Pamekasan ke 492 Bakal Dimeriahkan Pawai Fashion dan Musik Daul, Libatkan Banyak Lapisan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Mas Tamam duduk bersila bersama demonstran menjelaskan perihal kinerja dan capaian program yang telah dikerjakan selama kepemimpinannya.


Dia menjelaskan, di bidang ekonomi pihaknya telah melaksanakan program wirausaha baru (WUB) dengan memberikan pelatihan usaha gratis kepada masyarakat, kemudian memberikan bantuan modal dengan bunga nol persen, memberikan bantuan alat produksi yang bersumber dari corporate social responsibility (CSR) hingga fasilitasi pemasarannya, baik online maupun offline.


"Yang online kita melatih 10.000 orang bekerja sama dengan Kementerian Kominfo agar bisa jualan online, dan yang offline kita mendirikan Wamira Mart. Untuk Wamira Mart kita akan perbaiki lagi pengelolaannya agar bisa berjalan maksimal," katanya.


Dia berjanji akan memaksimalkan capaian program dalam sisa kepemimpinannya, karena jabatan bupati hanya sebatas alat perjuangan dan pengabdian, bukan menjadi tujuan. 


Sehingga, segala program muaranya untuk kemaslahatan masyarakat.


"Reformasi birokrasi itu pertama harus saya yang dirubah, kenapa harus saya karena saya menjadikan jabatan ini bukan tujuan tetapi alat perjuangan. Yang perlu diperjuangkan itu bukan saya, yang perlu kita perjuangkan bersama-sama itu rakyat," ujarnya.


Berdasarkan survey yang dilakukan, sebagian besar ada empat silent hub atau keinginan terpendam masyarakat Pamekasan. 


Masing-masing memiliki rumah bagus, ekonomi yang baik, memiliki biaya pendidikan anak, dan terakhir ingin melaksanakan ibadah haji atau umroh.


"Terima kasih saran dan masukannya, saya bersama OPD akan memaksimalkan apa yang menjadi evaluasi adik-adik, dan sahabat-sahabat semua," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved