Berita Luar Negeri
Firasat Petugas saat Tangani Tragedi Halloween Itaewon, Tak Bisa Lihat Kaki Hingga ada yang Mengigau
Bahkan seorang petugas mengaku memiliki firasat yang buruk sebelum tragedi Halloween Itaewon, Korea Selatan itu benar-benar terjadi.
TRIBUNMADURA.COM, SEOUL - Proses evakuasi korban tragedi Halloween Itaewon berlangsung dramatis dan mencekam.
Bahkan seorang petugas mengaku memiliki firasat yang buruk sebelum tragedi Halloween Itaewon itu benar-benar terjadi.
Petugas sangat paham dengan apa yang terjadi di gang tersebut ketika perayaan Halloween di Itaewon itu berlangsung.
Kesaksian petugas ini memberikan beberapa tanda sebelum terjadinya tragedi Halloween Itaewon, Korea Selatan.
Baca juga: Apa Itu Itaewon? Daerah di Korea Selatan Tempat Tragedi Halloween Itaewon Terjadi, ini Faktanya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com
Seorang petugas layanan darurat menceritakan proses evakuasi korban tragedi perayaan Halloween di distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan(Korsel) pada Sabtu (29/10/2022) malam.
Berbicara kepada CNN, ia meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
"Pada (Sabtu) pukul 10.23 malam, kami menerima lebih dari lima laporan bahwa ada orang yang jatuh, dan mereka kemungkinan bisa terluka atau mati," kata responden itu.
Ia pun merasa ini merupakan kabar buruk, karena hari di mana pengiriman pesan itu dilakukan bertepatan dengan perayaan Halloween di Itaewon.
Dan dirinya sangat paham seperti apa gang-gang yang ada di kawasan itu jika dipadati orang.
"Kami memiliki firasat buruk saat menerima pengiriman pesan kemarin. Kami tahu bahwa banyak orang akan berada di luar sana karena Halloween, dan gangnya sempit. Kami tahu bahwa di gang itu kita harus berjalan jauh sebelum terhubung dengan pinggir jalan. Jadi, kami menanggapi laporan itu dengan serius, bahwa mungkin ada kematian karena tekanan, jika gang itu memang dipenuhi orang," kata responden.
Dikutip dari laman CNN, Senin (31/10/2022), saat tiba di lokasi tersebut, ternyata memang benar, kepadatan terjadi dan petugas bahkan tidak dapat melihat kaki para pengunjung perayaan itu lantaran kerumunan itu memang sangat padat.
"Ketika kami tiba (di tempat kejadian), kami hanya dapat melihat tujuh, delapan, tidak, sepuluh baris wajah, kami bahkan tidak dapat melihat kaki mereka," tegas Responden tersebut.
Yang dilakukan para petugas layanan darurat ini saat itu adalah langsung menarik orang yang terlihat paling menekan kerumunan, tujuannya adalah agar bisa membuka ruang bagi korban lainnya agar bisa segera dievakuasi.
"Kami pikir mereka yang paling mendesak," tutur responden itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Suasana-pasca-tragedi-Halloween-Itaewon-di-Korea-Selatan-total-sekitar-150-orang-menjadi-korban.jpg)