Berita Probolinggo
Nasib Bocah Probolinggo Tewas Disengat Tawon Vespa, Bermula Bermain di Rumah Kosong
Bocah tersebut meninggal dunia diduga usai tersengat tawon vespa affinis atau tawon kendi.
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Seorang bocah, M (4) warga Dusun Panggung, Desa Kertosono, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo bernasib pilu.
Bocah tersebut meninggal dunia diduga usai tersengat tawon vespa affinis atau tawon kendi.
Kapolsek Gading, Iptu Ahmad Jamil mengatakan berdasar informasi yang dihimpun, kejadian nahas ini bermula saat tiga bocah yang tak lain keluarga korban bermain di teras rumah kosong, Jumat (28/10/2022) sekira pukul 15.30 WIB.
Di atap teras tersebut berlubang dan di dalamnya terdapat sarang tawon.
"Ke-tiga bocah ini, ada yang berumur 7 tahun, 10 tahun dan 11 tahun. Meraka bermain di teras rumah kosong. Lalu, ketika melihat ke lubang atap ada sarang tawon, namanya anak kecil, mereka usil mengganggu sarang tawon tersebut," katanya, Senin (31/10/2022).
Jamil menjelaskan, usai mengganggu tawon, tiga bocah itu lari tunggang langgang.
Bersamaan dengan itu, korban melihat tiga saudaranya dan berniat menyusul berlari.
Nahasnya, saat menyusul tiga saudaranya, korban lewat di depan rumah kosong yang atapnya diinggapi tawon itu.
"Saat lewat di depan rumah itu, kemudian korban disengat tawon. Korban sempat dibawa ke puskesmas setempat oleh keluarga," terangnya.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Probolinggo Suami Berakhir Tragis Terlindas Truk, Istri dan Anak Selamat
Informasi lengkap dan menarik Probolinggo lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Kendati dibawa ke puskesmas, nyawa putra dari pasangan suami-istri, Fathur Junaedi (23) dan Siti (22) ini tak tertolong.
"Kami dengar kabar duka ini lewat pihak puskesmas. Karena memang keluarga korban tidak membuat laporan ke kita," ungkapnya.
Jamil mengungkapkan, pihaknya sudah mendatangi rumah duka.
Pihak keluarga juga menganggap kejadian tersebut musibah dengan membuat surat pernyataan.
"Anggota kami sudah mendatangi rumah korban. Sudah kami pertemukan semuanya, termasuk keluarga tiga bocah lainnya disaksikan juga oleh pemerintah desa setempat," pungkasnya.