Berita Madura

Istri Bupati Pamekasan Nayla Baddrut Tamam Tutup Pelatihan Tata Rias, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Istri Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam itu mengapresiasi pelatihan wirausaha baru (WUB) yang menjadi konsentrasi Pemkab

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Suasana saat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pamekasan, Nayla Baddrut Tamam menutup langsung pelatihan tata rias dan tata boga yang berlangsung di kantor Kecamatan Palengaan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pamekasan, Nayla Baddrut Tamam menutup langsung pelatihan tata rias dan tata boga yang berlangsung di kantor Kecamatan Palengaan.

Istri Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam itu mengapresiasi pelatihan wirausaha baru (WUB) yang menjadi konsentrasi Pemkab Pamekasan tersebut. 

Karena, kegiatan itu sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di daerahnya. 

"Pelatihan ini akan membuat masyarakat memiliki keahlian baru dalam merias pengantin. Sehingga, akan sangat membantu masyarakat yang berdampak kepada kekuatan ekonomi mereka," kata Nayla Baddrut Tamam, Jumat (25/11/2022).

Pada kegiatan itu, terdapat 20 peserta WUB yang mengikuti pelatihan merias. 

Peserta tersebut terdiri dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Palengaan.

Mereka mendapat pelatihan yang difasilitasi Pemkab Pamekasan selama 10 hari.

"Kami berharap, nantinya tidak hanya 20 peserta. Tetapi bisa mencapai 50 peserta. Sehingga, pertumbuhan ekonomi masyarakat dari bawah, merata dan berkeadilan itu betul-betul terwujud dengan baik," harapnya.

Baca juga: Polres Pamekasan Kirim Bantuan Sembako untuk Korban Gempa Bumi di Cianjur, Respon Cepat Kepedulian

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

Sementara itu, Wakil Koordinator Pendamping WUB Pamekasan, Abdul Rahmad menjelaskan, peserta pelatihan tata rias pengantin itu langsung dilombakan antar peserta untuk mengetahui kualitas masing-masing. 

Dengan sistem itu, mereka akan benar-benar menunjukkan kemampuannya guna meningkatkan daya jual mereka ketika terjun di tengah-tengah masyarakat.

"Hal ini sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah dalam melahirkan perias-perias handal di Pamekasan. Jika hasilnya bagus, tentu mereka akan dilihat banyak orang," inginnya.

Dia berharap, peserta pelatihan dapat mengembangkan keahliannya ketika pulang ke rumahnya masing-masing. 

Sehingga, cita-cita pemerintah daerah menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan menciptakan 10 ribu wirausaha baru terlaksana dengan baik.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved