Berita Sumenep

Kejari Sumenep Musnahkan Barang Bukti, Mulai Beras Oplosan, Sajam, Narkoba Hingga Miras

Barang bukti yang dimusnahkan itu sudah inkrah atau putusan yang berkekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri (PN) 

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Proses saat memusnahkan BB dari bulan Juli - November di halaman Kejari Sumenep, Jl. Raya KH. Mansyur pada Rabu (30/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memusnahkan sejumlah Barang Bukti (BB) hasil kejahatan dari bulan Juli - November Tahun 2022.

Pemusnahan BB tersebut sebanyak 93 perkara dengan jumlah terpidana sebanyak 113 orang yang berlangsung di halaman Kejari Sumenep, tepatnya JL. Raya KH. Mansyur Kecamatan Kota pada Rabu (30/11/2022).

BB tersebut rinciannya ada beras oplosan 16,35 ton, terpidana 39 orang, sajam 8 bilah, pakaian 32 buah dan alat-alat 15 buah dari 29 perkara Oharda dan Kamtibum.

Sedangkan dari 64 perkara narkotika dan  psikotropika itu rinciannya, sabu seberat 239,31 gram, Pil Logo Y sebanyak 3.376 butir, HP 35 unit, alat hisap 17 buah, terpidana 74 orang, pasal 127 ada 46 orang dan pasal 112 ada 13 orang, pasal 114 ada 4 orang dan pasal 196 dan 197sebanyak 1 orang.

Baca juga: Sepeda Motor Terbakar di Alun-alun Kota Sumenep, Pengendara Selamat, Bermula saat Mengecek Ini

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Kajari Sumenep, Trimo menyampaikan, bahwa BB yang dimusnahkan itu sudah inkrah atau putusan yang berkekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri (PN)  dan diterima oleh kedua belah pihak yang berperkara.

"Pasal yang terbukti rata-rata pelanggaran UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan," kata Trimo usai memusnahkan bb tersebut.

Ditanya soal perkara beras oplosan, menurutnya beras oplosan tersebut terbukti melanggar undang-undang nomor 8 tahun 1999 pasal 62 ayat 1 tentang perlindungan pada konsumen.

"Pada intinya, pengoplos beras dengan tidak layak mutu," kata Trimo.

Pihaknya mengatakan bahwa, kinerja yang dihasilkan itu tidak terlepas dari kolaborasi dengan Pemkab Sumenep serta stakholder terkait.

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Kapolres Sumenep dan Dandim 0827/Sumenep.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved