Pemindaian Mata dengan AI, Mendeteksi Risiko Penyakit Jantung Secara Akurat

Penyakit jantung dapat dideteksi melalui pemindaian mata dengan bantuan teknologi AI.

Penulis: Mardianita Olga | Editor: Samsul Arifin
Unplash.com
Penemuan baru-baru ini memanfaatkan teknologi AI untuk memindai mata, mendeteksi dini adanya penyakit jantung pada seseorang. 

TRIBUNMADURA.COM, MADURA - Pemindaian yang didukung AI (Artificial Intelligence) dapat membantu memprediksi dengan cepat dan akurat, terhadap seseorang berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

Menurut laporan Medical Xpress, sebuah studi baru dari Universitas Kingston London mengungkap temuan ini dapat membantu menemukan cara yang cepat, akurat, dan tanpa rasa sakit untuk memprediksi penyakit kardiovaskular.

Para peneliti mengembangkan algoritme berkemampuan AI yang sepenuhnya otomatis yang dijuluki QUARTZ.

QUARTZ ini untuk menganalisis potensi pencitraan pembuluh darah retina yang dikombinasikan dengan faktor risiko lain yang diketahui untuk memprediksi kesehatan dan kematian pembuluh darah.

Algoritme ini mampu menilai gambar retina tunggal dalam waktu kurang dari satu menit.

Baca juga: Lowongan Berkarir di Piala Dunia U-20 Indonesia 2023, Cek Cara, Syarat, dan Posisi Relawan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Peneliti mengambil gambar retina dari 88.052 peserta berusia 40 hingga 69 tahun dari United Kingdom.

Algoritme memindai gambar retina dengan melihat lebar, luas pembuluh, dan tingkat kelengkungan pembuluh untuk membuat model prediksi stroke, serangan jantung, dan kematian akibat penyakit peredaran darah.

Model tersebut kemudian diterapkan pada gambar retina dari 7.411 peserta yang berusia 48 hingga 92 tahun, dari European Prospective Investigation into Cancer (EPIC).

Kemudian hasil QUARTZ akan dibandingkan pada kerangka Framingham Risk Scores yang populer digunakan.

Kesehatan peserta dilacak rata-rata selama tujuh hingga sembilan tahun dengan skor risiko non-invasif berdasarkan usia, jenis kelamin, merokok, riwayat medis, dan pembuluh darah retina.

Sesuai hasil, algoritma QUARTZ bekerja seakurat kerangka kerja Framingham.

Skor risiko Framingham adalah algoritme khusus jenis kelamin yang digunakan untuk memperkirakan risiko kardiovaskular 10 tahun seorang individu.

Menurut Sarah Barman, Profesor Visi Komputer Universitas Kingston, pemindaian mata dengan AI ini dapat dilakukan secara rutin di jalan raya oleh dokter mata.

Kualitas tersebut sama baiknya pada pengukuran standar risiko kardiovaskular.

Maksdunya, setiap orang yang pergi ke ahli kacamata bisa memperoleh pemindaian mata, berbeda dengan metode standar yang memerlukan tes darah dari dokter umum.

"Jenis skrining ini hanya memerlukan gambar retina dan beberapa detail, seperti usia, apakah pasien merokok atau tidak dan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan riwayat medis mereka."

Metode ini memungkinkan penyaringan populasi yang lebih luas dengan cara non-invasif.

Hal ini juga dapat mengarah pada perawatan pencegahan dini bagi mereka yang berisiko terkena penyakit jantung. (India Times/Monit Khanna)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved