Berita Madura

Pemkab Pamekasan Gelar Bimtek Pemasaran Produk Wirausaha Baru, Dorong Pertumbuhan Pengusaha Baru

Diharapkan masyarakat mampu memproduksi sebagian kebutuhan masyarakat, seperti makanan, minuman, songkok, tas, sandal, sepatu, dan lainnya

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Kepala DPMPTSP dan Naker Pamekasan, Supriyanto sewaktu sambutan dalam acara bimbingan teknis (bimtek) pengenalan dan pemasaran produk wirausaha baru (WUB) di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (13/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Pamekasan, Madura, menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengenalan dan pemasaran produk wirausaha baru (WUB), Selasa (13/12/2022).


Acara yang bertempat di Mandhapa Aghung Ronggosukowati tersebut mendatangkan pemateri tingkat nasional Wisnu Ponco. 


Hadir dalam acara itu juga Kepala DPMPTSP dan Naker, Supriyanto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Muttaqin, Direktur PT. Aneka Usaha Mekkasan Makmur (AUM), Bambang Edy Suprapto, dan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sigit Priyono.

Baca juga: Privat Mbarga Bikin Asa Madura United Runtuh di Depan Bali United, Teco Sebut Tak Salah Beli Pemain

Baca juga: Laksamana TNI Yudo Margono Disahkan Menjadi Panglima TNI Gantikan Jenderal Andika Perkasa

Baca juga: Aksi Bejat Penjual Martabak Mini saat Bocah Usia 8 Tahun Beli Dagangannya, Korban Sempat Dipanggil


"Salah satu tugas DPMPTSP dan Naker adalah melaksanakan penumbuhan sepuluh ribu wirausaha baru atau Sapu Tangan Biru. Program ini telah tertuang di RPJMD tahun 2018-2023," kata Kepala DPMPTSP dan Naker Pamekasan, Supriyanto sewaktu sambutan.


Mantan Camat Batumarmar itu juga menjelaskan, WUB merupakan program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam rangka menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan strategi desa tematik. 


Melalui program ini, pemkab berharap  masyarakat mampu memproduksi sebagian kebutuhan masyarakat, seperti makanan, minuman, songkok, tas, sandal, sepatu, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.


"Madura, dan Pamekasan khususnya merupakan pasar besar dari produk luar Pamekasan. Oleh karena itu, program WUB yang dicetuskan oleh bapak bupati adalah solusi agar masyarakat Pamekasan mampu berdiri sendiri untuk mencukupi kebutuhannya," katanya.


Mantan Kabag Prokopim Setdakab Pamekasan tersebut melanjutkan, demi mendorong kesejahteraan masyarakat bupati mengeluarkan kebijakan pinjaman modal dengan bunga satu persen selama setahun bagi para pelaku UMKM, fasilitasi pemasaran produk UMKM, dan bantuan alat produksi bagi pelaku UMKM.


Selain itu, kebijakan yang out off the box dan berpihak kepada masyarakat adalah konsumsi segala kegiatan pemerintahan harus produk UMKM. 


Sehingga, kebijakan ini akan berdampak positif terhadap tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat hingga tataran akar rumput.


"Contohnya hari ini, semua sajiannya adalah produk UMKM, kecuali tisu. Saya berharap tahun depan ada yang memproduksi tisu di Pamekasan. Sekarang ini yang datang kesini sebagian kecil pelaku UMKM yang telah sukses memproduksi kebutuhan masyarakat," terangnya.


Selain itu, tujuan dia menggelar bimtek pemasaran produk ini dalam rangka memberikan wawasan baru kepada pelaku usaha tentang marketing yang baik, sehingga produknya mampu berdaya saing di pasaran.


"Semoga acara ini berjalan sukses, dan pelaku usaha termotivasi agar usahanya tumbuh dan berkembang. Pesan saya, jika kamu jatuh bangkitlah, dan jika kamu melakukan kesalahan, maka belajarlah. Tetapi jika kamu menyerah, maka tamatlah kamu semuanya," pesan dia.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved