Berita Surabaya

Gaji Rp2 Juta Dirasa Kurang, PRT di Surabaya Kuras Harta Majikan saat Ibadah Natal di Gereja

Ia sudah bekerja di rumah korban sekitar 1 tahun. Pola kerjanya begini; selepas kerja, Dini nginap di rumah majikannya.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Dini Lia Indah Pratiwi diamankan di Polsek Tambaksari. Ia menguras harta majikan saat ibadah natal 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dugaan rumah di Jalan Lebo Agung III, Tambaksari, Surabaya milik Limdiana Eka Dewi (49), dikuras orang terdekat ternyata terbukti.

Uang Rp12,5 juta dan puluhan perhiasan emas yang ditaksir senilai Rp150 juta itu, ternyata dicuri oleh pembantunya sendiri. Identitasnya yakni Dini Lia Indah Pratiwi (23).

Dini merupakan warga asal Kapas Lor Wetan 7/28-A, Tambaksari, Surabaya. Ia sudah bekerja di rumah korban sekitar 1 tahun. Pola kerjanya begini; selepas kerja, Dini nginap di rumah majikannya. Saat akhir pekan ia baru pulang.

Setiap bulan Dini menerima gaji Rp2 juta. Ternyata menurutnya upah tersebut tidak sebanding. Baginya terlalu kecil jika dibandingkan tanggung jawabnya setiap hari.

Natal kemarin kebetulan jatuh pada akhir pekan, Dini pulang ke rumah. Dini  mengetahui rumah majikannya dalam kondisi kosong, karena semua penghuni menjalankan ibadah Misa di Gereja.

Baca juga: Depresi Karena Lama Menjomblo Pria 49 Nekat Hendak Melompat ke Sungai Rolag Surabaya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Kesempatan ini, membuat niat buruk Dini muncul. Hari itu Dini akhirnya memutuskan datang ke rumah bosnya untuk mencuri.

Dini sudah paham letak di mana bosnya menyimpan harta. Uang Rp12 juta dan 26  perhiasaan diambil dari lemari yang terletak di kamar korban.

"Dia mencuri dengan cara mencongkel lemari korban," Iptu Agus Suprayogi Kanit Reskrim Polsek Tambaksari.

Sebagaian uang Rp12 juta sudah digunakan pelaku. Sekitar Rp5 juta dibuat untuk membeli handphone. Sedangkan, Rp4 juta dipakai untuk belanja.

"Jadi uang tunai yang tersisa sekitar Rp Rp3.180.000 dan 26 perhiasan berlian yang belum dijual. Sisa uang, perhiasan, dan handphone kami amankan untuk dijadikan barang bukti," ujarnya.

Di hadapan polisi, Dini nekat mencuri barang berharga milik majikannya karena ingin merasakan hidup seperti orang kaya.  Rencananya, perhiasan hasil jarahan bakal dijual untuk membeli sepeda motor dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, semua rencana tersebut gagal. Belum semua kesampaian, kejahatan Dini sudah terendus polisi. 

  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved