Berita Blitar

Asyik Main Lato-lato Kakak Beradik Tak Sadar Motor Honda Scoopynya Hilang Dicuri Orang

Itu diduga kalau pelakunya sudah mengawasi korban saat asyik bermain Lato lato bersama pengunjungn lainnya, yang 'beradu' lama-lamaan

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Imam Taufiq
Tempat parkir sepeda motor korban, di Alun-alun Kanigoro, tak sadar motor hilang saat asyik main Lato-lato 

TRIBUNMADURA.COM, BLITAR - Demam perrmainan Lato lato yang lagi melanda semua kalangan usia saat ini, bagus-bagus saja namun juga perlu dibatasi. Sebab, jika tidak atau sampai keasyikan bermainnya bisa bernasib seperti yang dialami remaja kakak beradik di Kabupaten Blitar ini. 

Mereka adalah Dwi (22), dan adiknya, Tama (19), warga Desa Tumpak Kepo, Kecamatan Bakung.

Mereka kehilangan sepeda motornya, Honda Scoopy tahun 2022 nopol AG 4762 DAG ketika ditinggal nongkrong di Alun-alun Kanigoro, yang ada di samping kiri kantor Pemkab Blitar, Selasa (24/1/2023) malam.

Itu diduga kalau pelakunya sudah mengawasi korban saat asyik bermain Lato lato bersama pengunjungn lainnya, yang 'beradu' lama-lamaan bermain permainan yang lagi mewabah di maayarakat Indonesia tersebut.

"Dugaan kami memang demikian, pelaku tahu kalau sasarannya lagi tak melihat ke arah sepeda motornya. Saat ini kami sedang memburu pelakunya," kata AKP Tri Wahyudi, Kapolsek Kanigoro.

Memang, kalau malam hari lokasi depan kantor Pemkab Blitar itu cukup ramai, bahkan sudah jadi jujukan warga untuk nongkrong. Untuk anak muda, mereka banyak pilihan untuk nongkrong sambil minum kopi karena banyak penjual kopi yang menawarkan cita rasa berbeda. Sedang, buat orangtua, mereka bisa duduk-duduk sambil mengawasi anaknya bermain.

Sebab, alun-alun yang ada di Barat Pemkab Blitar itu terdapat berbagai macam jenis permainan ayunan gratis. "Kalau malam hari, tempat itu ramai apalagi akhir pekan, karena tiap malam di sepanjang jalan itu (Malang-Blitar yang lewat jalur selatan) ada banyak penjual," ujarnya.

Begitu juga korban, entah sudah sering datang ke Alun-alun Pemkab Blitar itu atau baru kali pertama, malam itu mereka berboncengan sepeda motor dengan adiknya. Tiba di TKP, mereka memarkir sepeda motornya, di dekatnya nongkrong.

Melihat banyaknya pengunjung yang lagi nongkrong, sambil bermain Lato kato, korban terbawa suasana. Sebab, suara dua bola Lato lato yang sedang berbenturan seperti sedang bersautan antarpemain. Itu menggodanya sehingga korban akhirnya ikut-ikutan bermain.

Baca juga: Lato-Lato Latih Ketangkasan Motorik Anak, Tapi Jangan Dimainkan saat Jam Pelajaran Sekolah

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Mungkin saat korban tak memperhatikan ke arah sepeda motornya, pelaku yang diam-diam mengawasi mereka itu langsung beraksi. Sebab, korban baru tahu setelah sepeda motornya tak ada," paparnya.

Dugaannya pelaku mengincar pemilik sepeda motor yang masih anak-anak karena selain risikonya lebih tak sebahaya bapak-bapak kalau ketahuan, juga memanfaatkan kondisi demam Lato lato saat ini.

Bisa dipastikan kalau anak-anak yang membawa sepeda motor bisa lupa dengan sepeda motornya kalau sudah bermain Lato lato, apalagi sampai ada lawannya, mereka seperti merasa tertantang untuk beradu siapa bermain terlama.

"Makanya, buat orangtua agar mengingatkan bahkan mengawasi anak-anak selama musim permainan ini," pungkasnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved