Liga Inggris
Comeback Lampard Tak Bertuah, Chelsea Kembali Telan Pil Pahit Kekalahan di Liga Inggris
The Blues tampil buruk di laga ini, mereka hanya mencatatkan delapan tembakan, dan hanya dua yang tepat sasaran
TRIBUNMADURA.COM - Lampard tak bertuah Chelsea kembali telan pil pahit.
The Blues tampil buruk di laga ini, mereka hanya mencatatkan delapan tembakan, dan hanya dua yang tepat sasaran.
Sedangkan Brighton, mereka melepaskan 26 tembakan, 10 diantaranya tepat sasaran ke gawang Kepa Arrizabalaga.
Ini adalah kekalahan ketiga kalinya bagi Lampard bersama Chelsea. Pekan lalu mereka dihajar Wolverhampton lalu keok di leg pertama perempat final liga Champions dari Real Madrid.
Brighton memang layak menang saat melawan Chelsea kali ini. Tim asudah Roberto de Zerbi ini mendominasi sepanjang laga.
Baca juga: Chelsea Bidik Jose Mourinho Gantikan Graham Potter, Bakal Bersedia Tinggalkan AS Roma?
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Bahkan di babak pertama, 67,95 persen penguasaan bola yang mereka miliki adalah yang terbanyak yang dicatatakan oleh tim tandang di Liga Inggris di musim ini.
Pelatih Chelsea Frank Lampard mengaku kecewa dengan penampilan yang ditunjukkan timnya.
"Saya kecewa di setiap level. Tim yang lebih baik menang, "ujar Lampard seusai pertandingan, dikutip dari Football London.
Ia mengkritik permaian Chelsea yang bermain buruk. Lampard menyebut Brighton bisa saja meraih kemenangan yang lebih banyak mengingat buruknya The Blues.
"Mereka bisa menang lebih banyak. Mereka bermain seperti tim. Mereka sudah lama bersama. Semua bagian dasar sepak bola seperti bertarung, berlari, kami kekurangan hal itu," ujar Lampard.
Sejak menukangi tim akhir pekan lalu, Lampard memimpin tiga pertandingan Chelsea dengan jarak waktu antar pertandingan yang cukup mepet, kurang lebih per tiga hari.
Sedikitnya waktu untuk berlatih ini menjadi kendala utama, namun mau tak mau timnya harus cepat beradaptasi dan menunjukkan hasilnya di lapangan.
"Kami membutuhkan waktu pelatihan tetapi kami tidak memiliki waktu pelatihan. Responsnya harus di lapangan," kata dia.
"Fisik adalah pekerjaan dan untuk menjadi tim top tidak diragukan lagi Anda harus berada di puncak angka fisik dan itu adalah hal individu dan kolektif. Masalah mental, kami harus ada di sana untuk mendukung para pemain. Kelompok kuat kolektif hanya datang melalui individu," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/chelsea-lampard-caretaker.jpg)