Berita Lamongan

Tim Gabungan Berhasil Temukan Jasad Nelayan Warga Brondong yang Tenggelam 3 Hari Lalu

Korban bernama Maksum Zailani (25) berhasil ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP),  tepatnya sebelah timur di perairan Labuhan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ficca Ayu
TribunMadura.com/Hanif Manshuri
Korban Maksum Zailan saat dievakuasi ke daratan setelah berhasil ditemukan oleh petugas gabungan, Minggu (21/5/2023). 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Tim gabungan yang dikerahkan untuk mencari jasad seorang nelayan warga Labuhan Kecamatan Brondong yang tenggelam karena tersangkut tali jaring tiga hari lalu membuahkan hasil.

Korban bernama Maksum Zailani (25) berhasil ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP),  tepatnya sebelah timur di perairan Labuhan Kecamatan Brondong sekitar pukul 09.15  WIB.

Korban  Maksum Zailani ditemukan dalam keadaan terapung dan meninggal dunia  oleh Tim Sar Gabungan Sat Polairud Res Lamongan, KP X-1011 Bko Dit Polairud Polda Jatim, Basarnas Bpbd Tuban, Bpbd Lamongan bersama masyarakat nelayan.

Jasad Maksum Zailani  di evakuasi dan dibawa ke Puskesmas Brondong untuk dilaksanakan pemeriksaan  oleh medis.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Tuban, 2 Pengendara Motor Adu Banteng Tewas di Lokasi Kejadian

Baca juga: Personil Kodim 0829 Bangkalan Berhamburan Keluar Mobil, Ada Ular Piton 3 Meter Ikut Numpang

Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Erni Sugihastuti dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro menyatakan, korban Maksum ditemukan tak bernyawa adalah korban tenggelam pada Kamis (19/5/2023) saat melaut bersama ABK, Legani (60).  

Korban Legani berhasil diselamatkan oleh ABK kapal lain yang sedang melintas. Legani saat itu ingin menolong korban Maksum yang kala itu mengalami kecelakaan terlilit tali jaring yang dilempar ke laut.

Korban tercebur ke laut dan tenggelam. Sementara Legani yang mendapati Maksum tercebur, berusaha untuk menolong. Namun nahas, Legani kakinya juga tersangkut tali jaring yang dilepas korban Maksum.

"Informasinya, Maksum tidak bisa berenang. Dan bahkan saat kejadian Legani sudah berusaha melempar alat bantu jeriken. Tapi korban tak kuasa menyelamatkan dan tenggelam," katanya.

Pihaknya mengimbau pada para nelayan untuk selalu waspada saat beraktifitas di laut. Upayakan untuk meneliti semua piranti yang ada.

Baca Berita Madura lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved