Berita Surabaya

Aksi Koboi di Surabaya, Tiga Pria Diamankan Todongkan Air Softgun dan Parang Gegara Bersenggolan

Pasalnya setelah kejadian itu beberapa detik kemudian pengemudi beserta penumpang keluar dari mobil, lalu menodongkan senjata air soft gun dan parang

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
istimewa/TribunMadura.com
Kapolsek Simokerto, Kompol Dwi Nugroho memperlihatkan senjata air softgun dan parang. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Anto (bukan nama sebenarnya) baru saja mendapat pengalaman buruk. Gara-gara motor yang ditunggangi bersenggolan dengan mobil, membuat nyawanya terancam.

Pasalnya setelah kejadian itu beberapa detik kemudian pengemudi beserta penumpang keluar dari mobil, lalu menodongkan senjata air soft gun dan parang ke arah dia.

Anto mengalami kejadian tersebut di Jalan Kapasari, Surabaya, pada akhir pekan kemarin. Sebelum ditodong menggunakan dua sajam Anto juga sempat dianiaya. Berulang kali mukanya kena bogem mentah.

Kapolsek Simokerto, Kompol Dwi Nugroho mengatakan, kejadian ini kepergok ketika pihaknya menggelar patroli. Pertikaian kemudian dilerai. Ternyata pengemudi mobil beserta penumpang dalam kondisi mabuk.

"Saking tak sadar sampai-sampai ada yang mengancam akan membunuh nyawa pengendara Anto. Andai saja waktu itu tidak segera bergerak sangat mungkin menjadi kejadian yang lebih fatal," kata Dwi.

Baca juga: Aksi Koboi di Kota Malang, Seorang Pria Todongkan Pistol ke Pembeli Bakso, Ini Kata Saksi

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura hanya di GoogleNews TribunMadura.com

Identitas tiga orang berlagak seperti koboi jalanan tersebut ialah Hariyanto (40) warga asal Bogen, Nur Fitri (29) warga asal Bubutan dan Roesdarminto (57) warga asal Wiyung.

Mereka malam itu baru saja berkunjung dari sebuah klub. Di tempat hiburan itu mereka menenggak minuman alkohol.

Kemudian mereka pulang menggunakan mobil jenis mini bus plat nomor mobil K 1633 QG. Mobil yang ditunggangi bersenggolan di Jalan Kapasari bersenggolan dengan motor. Saat itu, Anto berhenti lalu mendatangi pengemudi mobil untuk maksud minta maaf.

Terbawa pengaruh alkohol membuat Hariyanto cs mudah sensi. Niat Anto dikira  mengajak ribut. Hariyanto cs kemudian keluar dari mobil menenteng soft gun dan parang dan menganiaya Anto.

Tiga orang koboi ini sekarang dibui di Polsek di Simokerto. Ketiganya dikenakan undang-undang darurat dan berkendara dalam kondisi mabuk.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved