Berita Madura
Empat Jam TNI AL Angkat 3 Ton Sampah dari Sungai Jelita Kota Bangkalan, Ini Kata Danlanal Batuporon
Gelaran Progam Kali Bersih (Prokasi) itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dirgahayu Ke-78 TNI AL yang dilakukan serentak di 78 titik.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ficca Ayu
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Batuporon, Letkol Laut (P) Imam Ibnu Hajar menerjunkan ratusan personilnya untuk membersihkan Sungai atau Kali Jelita di kawasan Kota Bangkalan, Jalan Asmara Ringroad Barat, Selasa (5/9/2023). Hanya dalam waktu 4 jam, sebanyak 3 ton sampah berhasil diangkat untuk dikirim ke tempat pembuangan sampah (TPS).
Gelaran Progam Kali Bersih (Prokasi) itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dirgahayu Ke-78 TNI AL yang dilakukan serentak di 78 titik di seluruh Indonesia. Selain melibatkan personil TNI/Polri, Lanal Batuporon juga melibatkan unsur Forkopimda Bangkalan, PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Saka Bahari Dewaruci, Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 5 Korcab V DJA II, serta elemen masyarakat Bangkalan.
Imam Ibnu Hajar mengungkapkan, keputusan memilih lokasi bersih-bersih sampah di kawasan kota itu sebagai upaya menggugah hati masyarakat agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terutama sungai bebas dari sampah.
Baca juga: Mesin Pompa Mobil Damkar Bangkalan Ngadat di Lokasi, Kecapean Tangani 13 Kali Kebakaran
“Sesuai dengan program pemerintah, yakni menggugah hati masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama menjaga kebersihan sungai dari sampah,” ungkap Danlanal Batuporon, Letkol Laut (P) Imam Ibnu Hajar.
Sekedar diketahui, persoalan sampah di Kabupaten Bangkalan memang diibaratkan bak bola salju. Keberadaan TPS 3R yang digaungkan DLH Bangkalan tidak sebanding dengan semakin tingginya produksi sampah dalam setiap tahunnya. Hingga tahun 2021, produksi sampah telah menyentuh 60 ton per hari.
Kondisi tersebut semakin pelik ketika pada Agustus 2023, DLH Bangkalan belum juga menemukan lokasi TPA. Sementara TPA Desa Buluh Kecamatan Socah yang beroperasi sejak 2006 telah ditutup warga pada awal Februari 2020 silam.
Atas kondisi itu, DLH membuang sampah secara berpindah-pindah hingga beberapa kali terjadi penolakan warga. Terakhir, warga sempat menghadang truk-truk pengangkut sampah yang hendak menurunkan sampah di wisata alam Goa Pote Bukit Jaddih Desa Parseh, Kecamatan Socah di awal Agustus 2023.
Baca juga: Respon Kapolres Gresik Terkait Video Emak-emak Protes anaknya 13 kali gagal ujian Praktek SIM
Tumpukan sampah sempat terkonsentrasi di beberapa titik di Kota Bangkalan. Seperti di belakang Stadion Gelora Bangkalan, Jalan Letnan Sunarto, hingga di Jalan RA Kartini. Setelah ramai menjadi sorotan warga, DLH Bangkalan kini membuang sampah ke Desa Ombul, Kecamatan Arosbaya.
Buruknya pengelolaan sampah di Bangkalan direspon massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan menggelar aksi unjuk rasa pada 24 Agustus 2023. Massa mahasiswa selain membakar ban bekas di simpang tiga Jalan Soekarno-Hatta, juga sempat menyegel pintu utama kantor Pemkab Bangkalan.
“Kami memang sengaja program bersih-bersih sampah ini ditempatkan di tengah kota. Karena biar masyarakat melihat, menggugah hati mereka. Bukan kami enggan mencari tempat jauh atau terpencil, namun kami fokuskan di tengah kota. Sehingga hati masyarakat tergugah kembali,” tegas Imam.
Ia berharap, gelaran Prokasi yang diperintahkan KSAL Laksamana TNI Mohammad Ali ini juga mampu menggugah kembali kegiatan gotong royong yang menjadi kekuatan silaturahmi sekaligus memupuk sinergitas antar masyarakat di masa lalu.
Baca juga: Intel Polisi Beberkan Hasil Penyelidikan Air Sungai yang Berubah Merah di Pamekasan, Kuak Dugaan
“Karena ke depan banyak kali atau sungai kotor, aksi gotong royong akan menjadi kekuatan dalam menjaga kekompakan masyarakat. Biasanya gotong royong dilakukan pada momen libur seperti Sabtu-Minggu,” pungkas Imam.
Pantauan Tribun Madura di lokasi, kondisi Kali Jelita Kota Bangkalan memang sangat memprihatinkan. Selain dipenuhi rumput dan tanaman eceng gondok, tampak pula tumpukan sampah rumah tangga di bantaran sungai.
Plt Bupati Bangkalan, Drs Mohni, MM yang juga turun dengan memegang kail penarik sampah mengungkapkan, pihaknya harus merasa terpanggil begitu juga masyarakat agar turut serta peduli menjaga kebersihan lingkungan terutama kawasan bantaran sungai harus bebas dari tumpukan sampah.
“Mulai dahulu memang kami larang masyarakat untuk membuang sampah ke sungai karena ada tempatnya sendiri. Terima kasih kepada pihak TNI AL atas Program Kali Bersih atau Prokasi,” singkat Mohni.
Baca Berita Madura lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/program-kali-bersih-menjadi-salah-satu-rangkaian-kegiatan-hut-ke-78-tni-al.jpg)