Berita Viral

Kondisi Miris Balita Terlantar di Semak Belukar, Ditemukan Kurus Kering, Ada Ibu Ngaku 'Anak Saya'

Kondisi balita ini miris saat ditemukan warga di semak belukar. Dia basah kuyup terbaring di sana, diduga ditelantarkan.

Instagram.com
Warga di Kalimantan Tengah menemukan bocah 3 tahun terlantar di semak belukar. Tak ayal, kondisi balita itu sangat memprihatinkan. 

TRIBUNMADURA.COM - Anak merupakan permata bagi orang tuanya sehingga selalu dijaga dan dirawat baik-baik.

Namun, dalam kondisi tertentu, tak jarang orang tua menelantarkan buah hatinya sendiri.

Belakangan ini, dunia maya digegerkan dengan penemuan balita di semak belukar.

Tak hanya itu, kondisinya sangat miris sehingga langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk diperiksa.

Dugaan sementara adalah bocah tersebut ditelantarkan oleh orang tuanya sendiri.

Diusut, balita ditemukan di semak belukar di Jalan Soekarno, Lingkar Luar, Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Baca juga: Lulus SD Saja Belum, Dua Bocah di Madura Gelar Acara Lamaran, Hantarannya Tak Biasa

Lebih tepatnya, lokasi itu tepat di belakang SPBU di Jalan Tjilik Riwut Km 8.

Pada Rabu (1/11/2023) siang, warga sekitar dibuat heboh saat menemukan balita meringkuk di antara tingginya semak-semak.

Kejadian ini lantas disebarluaskan di media sosial dan menarik perhatian publik.

"Anak siapa, Ya Allah. Ya Allah, kasihan, Ya Allah," ucap seorang wanita sambil merekam anak tersebut.

Kondisi balita terlantar itu juga miris.

Baju merah sang balita tampak kebesaran di badan kurus keringnya.

Dia meringkuk dalam keadaan basah kuyup akibat kehujanan.

Dia tampak kelaparan dan kedinginan.

Petugas yang menemukan pun langsung mengganti bajunya.

Mereka juga menghangatkan tubuhnya yang gemetar.

Keadaan yang memprihatinkan ini menggerakkan warga untuk mengantarnya ke Puskesmas Ba'amang.

Selanjutnya, sang balita dirujuk ke RSUD Dr Murjani Sampit.

Baca juga: ‘Tidur Terus’, Nenek Nganjuk Diusir Mantu, Anak Kandung Diam Tak Membela, 2 Hari Terlantar di Jalan

Balita ditemukan di semak belukar dalam kondisi gizi buruk. Dia diduga ditelantarkan orangtuanya.
Balita ditemukan di semak belukar dalam kondisi gizi buruk. Dia diduga ditelantarkan orangtuanya. (Instagram.com)

Diduga, balita ini ditelantarkan oleh orang tuanya.

Namun, motif asli masih belum dipastikan lantaran pihak kepolisian dan Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur tengah melakukan penyelidikan untuk menemukan keluarganya.

Setelah pemeriksaan awal, anak perempuan yang ditemukan oleh warga tersebut didiagnosis menderita gizi buruk.

Tak lama setelah video itu viral, seorang ibu menduga sang balita adalah anaknya.

Hal itu diungkap oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, saat mengunjungi bocah tersebut di RSUD dr Murjani.

Saat itu, kata Irawati, ada seorang ibu yang tak sengaja mengunjungi bocah malang itu.

Setelah melihat kondisi anak malang tersebut, ibu tersebut merasa yakin jika ia adalah putrinya.

"Ada salah seorang masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Kecamatan Telawang, beliau kehilangan anak saat umur 2 tahun dan anak itu sudah hilang selama 2 tahun," kata Irawati dilansir dari @fakta.indo via TribunSumsel.com, Kamis (2/11/2023).

Baca juga: Viral TKW Asal Bangkalan Setahun Terlantar di Malaysia, Pihak Keluarga Bergerak Upayakan Pemulangan

Keyakinan Irawati itu semakin kuat setelah melihat petunjuk dari tanda lahir bocah tersebut.

Ciri-ciri dari tanda lahir balita tersebut memiliki kemiripan dengan anaknya yang 2 tahun menghilang.

Kendati demikian, Irawati menyampaikan belum dapat memastikan kebenaran hal tersebut.

Irawati menyarankan untuk melakukan tes DNA ketika kondisi sang anak kesehatannya sudah pulih.

"Namun kita belum bisa memastikan karena foto itu diambil saat anak masih segar sementara anak yang baru ditemukan ini mengalami gizi buruk," ujarnya.

Sebelum itu, dua jenazah dikabarkan terlantar di musala karena kekurangan biaya untuk penguburan.

Kisahnya juga beredar luas dan viral di media sosial.

2 jenazah itu dikabarkan terlantar sejak Jumat (29/9/2023) malam di musala lantaran terkendala suatu hal untuk dimakamkan.

Alhasil, dua jasad harus menunggu satu hari hingga akhirnya mendapat uluran tangan donatur.

Diketahui, keduanya merupakan penghuni rumah singgah BOBS di Jalan Kiastramanggala no. 9, Balendaah, Kabupaten Bandung.

Mereka sudah tinggal di sana sejak dua bulan lalu dan tak pernah dikunjungi keluarga.

Baca juga: Tragedi Suramadu, Tim Gabungan Temukan Jenazah Pria yang Lompat, Kondisinya Mengenaskan

Informasi berita menarik lainnya di 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved