Berita Viral

Sosok Desida, Penulis Menderita Cerebral Palsy sejak Kecil, Tak Nyerah Menulis Pakai Kaki di Ponsel

Desida pantang menyerah menggapai impian menjadi penulis. Meski menderita cerebral palsy, dia tetap menulis di ponsel menggunakan kaki.

Kompas.com/Irwan Nugraha
Potret Desida Rohmatul Fadillah, penulis berusia 18 tahun yang menderita cerebral palsy. Dengan keterbatasan, dia terus menulis menggunakan kakinya. 

"Dengan bimbingan Bu guru Pipih saya semakin semangat dan bertekad mengejar impian sebagai penulis."

Baca juga: Kisah Pilu Abu Saher Urus Ratusan Jenazah Korban di Gaza, Kondisi Jasad Tercerai, ‘Saya Kumpulkan’

Sosok Desida Rohmatul Fadillah, remaja 18 tahun yang bercinta-cita menjadi penulis.
Sosok Desida Rohmatul Fadillah, remaja 18 tahun yang bercinta-cita menjadi penulis. (Kompas.com)

"Meski saya berkarya membutuhkan waktu lama tak seperti para penulis dengan fisik normal," tambah Sida seraya menoleh ke arah sang ibu yang ada di sampingnya.  

Hingga akhirnya, Sida berhasil menulis cerita tentang kehidupan, mimpi, dan perjuangan, dalam setiap kata yang dituliskannya mendekati sebuah kenyataan.

Dengan jari jemari kakinya, Sida menulis di ponsel.

Dia mampu menyelesaikan sebuah buku dengan judul 'Si Gadis Cacat' dalam kurun sekitar sebulan.

Buku itu telah diterbitkan pada Juni 2023, oleh salah satu penerbit di Kota Bogor, Jawa Barat.

"Alhamdulilah ada yang mau menerbitkan cerpen Si gadis Cacat. Tulisan ini menceritakan Dede yang ingin menikmati dunia tanpa ada keterbatasan," sabut dia.

"Kalau Dede jalan jalan pasti dilihatin sama orang-orang, pasti dipandang sebelah mata."

Tak selesai di situ, Sida membeli buku karyanya sendiri seharga Rp 45.000 untuk dijual kembali seharga Rp 50.000-Rp 100.000.

Tentunya dengan kebanggaan dia menjual buku karyanya, demi mendapatkan keuntungan.

"Dari hasil penjualan buku itulah sedikit demi sedikit, Dede dapat membantu ekonomi orangtua," aku dia.

"Namun itu tidak berlanjut karena buku tersebut sudah tidak dicetak lagi sampai sekarang," tambah Sida.

Sida baru lulus dari SLB Bahagia beberapa bulan lalu, dan mengaku tetap bersemangat menuntaskan dua garapan cerpen lainnya.

Sida berharap kedua karyanya dapat diterbitkan kembali dalam sebuah buku, dan dapat dijual di toko buku, sehingga karya itu dapat dibaca dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

"Dede ingin bukunya dijual di Toko Gramedia, jadi banyak orang yang beli dan Dede bisa banyak uang untuk bantu mamah lunasi utang," kata dia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved