Berita Viral

Bocah 11 Tahun Rela Jadi Badut di Jalanan demi Ayah, Punya Kakak tapi ‘Udah Lupa’, Cita-cita Mulia

Meski masih berusia 11 tahun, bocah ini rela menjadi badut jalanan demi membantu ayahnya. Tak hanya itu, dia juga punya cita-cita mulia.

TikTok.com
Meski masih berusia 11 tahun, bocah ini rela mencari nafkah dengan menjadi badut jalanan. Dia mengaku mempunyai kakak, tapi 'sudah lupa'. 

TRIBUNMADURA.COM - Kisah haru datang dari bocah berusia 11 tahun ini.

Meski masih berusia belia, dia harus rela membanting tulang untuk hidup.

Perjuangannya pun menarik atensi publik hingga viral di media sosial.

Diketahui, bocah 11 tahun itu rela menjadi badut jalanan demi membantu ayahnya.

Tak hanya itu, kisahnya pilu lantaran sang kakak yang sudah menikah melupakannya.

Lantas, seperti apa kisah bocah 11 tahun ini?

Baca juga: Sosok Desida, Penulis Menderita Cerebral Palsy sejak Kecil, Tak Nyerah Menulis Pakai Kaki di Ponsel

Diusut, kisah bocah 11 tahun tersebut diangkat oleh TikToker bernama Zara Alesha.

Hingga artikel ini dilayangkan, Kamis (16/11/2023), video yang diunggah Zara hampir ditonton sebanyak 3 juta kali dan disukai oleh 364 ribu pengguna.

Zara berkesempatan bertemu dengan seorang badut jalanan yang masih berusia 11 tahun.

Bocah asal Depok, Jawa Barat itu rela menyusuri jalanan di tengah panas matahari dan dinginnya hujan.

Semua itu ia lakukan demi membantu ayahnya bayar kontrakan.

Bocah tersebut diketahui bernama Azka Wijaya.

awalnya sang TikToker melihat ada seorang bocah badut jalanan masih mengamen di sekitaran kawasan Bogor, saat malam hari.

Padahal, ketika itu suasana di lokasi baru saja diguyur hujan.

Bocah itu, terlihat mengenakan kostum biru bergambar Doraemon lengkap dengan topeng badutnya.

Sang TikToker, langsung mengajak bocah tersebut belanja ke minimarket.

"Ini kamu jadi badut gini udah lama?" tanya Zara dalam unggahannya via TribunJakarta.com.

"Udah," jawab bocah tersebut.

Baca juga: Kisah Anjing Setia Temani Jasad Kakek di Puncak Gunung, Bertahan 2 Bulan, Sempat Dilaporkan Hilang

Azka Wijaya, bocah 11 tahun jadi badut jalanan demi bantu ayahnya bayar kontrakan.
Azka Wijaya, bocah 11 tahun jadi badut jalanan demi bantu ayahnya bayar kontrakan. (TikTok.com/Zara Alesha)

Azka bercerita, setiap harinya ia berangkat dari Depok ke Bogor untuk mencari uang.

Hal ini ia lakukan, karena kedua orangtuanya sudah bercerai. 

Ketika itu, ia memutuskan untuk hidup bersama sang ayah.

Ayahnya, bekerja sebagai seorang sopir angkot.

Namun sayang, kata Azka ayahnya itu kemudian menderita sakit asam urat sehingga tidak bisa maksimal dalam bekerja.

Oleh sebab itu, ia memilih untuk menjadi badut jalanan demi bisa bantu ayahnya bayar kontrakan.

"Karena ayah lagi sakit asam urat, kan aku harus bantuin ayah. Tadinya aku gak mau kaya gini, karena liat ayah kasian bayar kontrakan sendiri, terpaksa aku gini," kata Azka bercerita.

Sebenarnya, Azka memiliki seorang kakak.

Namun kakaknya yang sudah menikah, rupanya sudah lama tak pernah memberi kabar.

Bahkan sang kakak, diceritakan tak pernah mencari kabar adik laki-lakinya itu.

"Sudah lupa, iya sudah nikah dia," kata Azka.

Tak dipungkiri, sesekali Azka merasa lelah dengan keseharian yang dijalankan.

Ia ingin bisa bermain bebas seperti anak-anak seusianya.

Tapi apa boleh buat, keadaan menuntutnya untuk tetap mencari uang.

Dalam video yang dibagikan, Azka bercerita bahwa ia merelakan uang tabungannya senilai Rp 200 ribu untuk membeli kostum badut.

Kostum itu, yang kini ia gunakan untuk mencari penghasilan.

Dalam sehari, Azka biasanya mampu mengumpulkan uang hasil mengamen sebagai badut di jalan senilai Rp 75 ribu.

Tapi jumlah itu belum dipotong ongkos, mengingat rumahnya yang berlokasi di Depok, cukup jauh dari tempat ia mengamen di kawasan Bogor.

Biasanya, dari penghasilannya itu ia gunakan Rp 25 ribu untuk ongkos perjalanannya.

Dengan begitu, biasanya ia hanya membawa uang Rp 50 ribu ke rumah untuk kemudian diserahkannya kepada sang ayah.

Tak jarang, Azka juga harus menahan diri saat melihat anak-anak seusianya sedang jajan di pinggir jalan.

"Jajan sih paling jarang-jarang, paling buat ayah, buat (ayah) siang pegangan,"

"Paling biasanya aku jajan Rp 3 ribu, Rp 4 ribu," kata Azka.

Terkuak cita-cita mulia Azka Wijaya, seorang bocah berusia 11 tahun yang kerap jadi badut jalanan demi mencari nafkah.

Kerasnya kehidupan yang dijalaninya, membuat ia berpikir bahwa masih banyak orang susah yang harus berjuang demi kehidupan yang lebih layak.

Saat ditanya mengenai cita-citanya, bocah 11 tahun ini mengaku ingin dapat membantu orang-orang susah di sekitarnya.

"Cita-cita pengen banget bisa nolong orang yang susah," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Royyan Julian Raih Anugerah Sutasoma Berkat Sastra Indonesia Angkatan Inteligensia Artifisial

Di sisi lain, seorang siswi yatim piatu di Sulawesi Tenggara rela berjalan kaki 14 kilometer demi menuntut ilmu.

Tak hanya itu, siswi tersebut membuat kepala sekolahnya terkagum-kagum lantaran tak pernah terlambat datang ke sekolah.

Dengan segala keterbatasan, dia terus semangat bersekolah bahkan menjadi siswa unggulan.

Perkenalkan, siswi tersebut bernama Leni yang masih berusia 15 tahun.

Tahun ini, dia menduduki bangku Sekolah Menengah Atas atau SMA.

Diketahui, Leni merupakan siswi SMA Negeri 1 Wangiwangi.

Kisahnya menyita perhatian lantaran tetap berprestasi di tengah keterbatasan yang dia miliki.

Untuk bersekolah, Leni harus berjalan kaki sepanjang 14 kilometer.

Dia juga masih mengenakan seragam SMP meski sudah menjadi siswi SMA.

Kendati demikian, Leni tak minder ataupun malu kepada teman-temannya.

Perihal berjalan kaki ke sekolah, Leni mengaku sudah melakukannya sejak sekolah dasar atau SD.

"Saya tidak minder dengan teman-teman lain.

Saya dari SD sudah berjalan kaki," kata Leni dilansir dari Kompas.com, Jumat (10/11/2023).

Leni rupanya memiliki cara sendiri agar ia tidak telat ke sekolah meski jarak dari rumahnya cukup jauh.

Baca juga: Nasib 3 Pembully Diduga Anak Polisi & DPRD, Dikeluarkan dari Sekolah, Sempat Klarifikasi ‘Bercanda’

Leni, siswi SMA di Wakatobi setiap harinya berjalan kaki 14 kilometer untuk ke sekolah.
Leni, siswi SMA di Wakatobi setiap harinya berjalan kaki 14 kilometer untuk ke sekolah. Pakai seragam SMP meski sudah duduk di bangku SMA.

Supaya tidak terlambat, Leni yang masuk siang, mulai berjalan kaki dari rumahnya di dusun Langgaha Baru, Desa Wungka, Kecamatan Wangiwangi Selatan, sekitar pukul 10.00 wita.

"Saya mulai pergi ke sekolah jam 10.00 Wita, tiba sekitar jam 12.00.

Kalau pulang jam 4 atau jam 5 (sore) tapi tiba di rumah sudah mau maghrib," ucap Leni.

Disisi lain, Kedua orangtua Leni sudah meninggal dunia sejak Leni masih di sekolah dasar, sehingga ia bersama kedua adiknya yang masih kecil.

Ditambah lagi sang paman kemudian meninggal dunia.

Leni dan kedua adiknya pun tinggal bersama dengan neneknya yang sudah lumpuh dan stroke.

Baca juga: Nasib Tragis Siswa di Gresik, Kecelakaan saat Berangkat Sekolah, Nyawa Tak Tertolong

Untuk memenuhi kebutuhan setiap hari, Leni saling bahu membahu dengan kedua adiknya dengan kerja jadi buruh bangunan dan Leni menjual kelapa.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wangiwangi, Yuwono mengatakan, sejak awal masuk SMA, Leni menggunakan seragam SMP-nya.

"Maka kami dari guru bermaksud untuk mengumpulkan sedekah Jumat dan kami akan berikan pakaian seragam.

Kemudian teman-teman kelasnya dengan rasa iba mengumpulkan sumbangan dan sumbangan itu diberikan kepada Leni di rumahnya," kata Yuwono.

Yuwono menjelaskan, Leni termasuk anak yang cerdas dan pintar sehingga Leni ditempat di kelas unggulan di sekolahnya.

"Ia kalau ke sekolah tidak pernah terlambat.

Hanya kalau pulang, dia tiba di rumahnya sudah habis maghrib," ungkap Yuwono.


----

Berita Madura dan berita viral lainnya.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved