Berita Surabaya

Densus 88 Pantau Malam Natal di Surabaya, Soroti Benda-benda yang Mencurigakan

Detasemen Khusus (Densus) 88 Kordinator Wilayah Jawa Timur melakukan pemantauan malam Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 di Kota Surabaya.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunMadura/ Tony Hermawan
Seorang polisi dari Satuan Penjinak Bom memeriksa kursi-kursi di Gereja Kristus Raja di Jalan Tambaksari. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Detasemen Khusus (Densus) 88 Kordinator Wilayah Jawa Timur melakukan pemantauan malam Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 di Kota Surabaya.

Hal itu diungkapkan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edi Hartono.

"Kami sudah melakukan pemantauan tiga hal. Pertama terkait gereja yang memiliki jemaat berjumlah besar. Kedua pemantauan arus lalu lintas di sekitaran gereja. Ketiga, sudah berkoordinasi dengan Densus 88 Korwil Jatim," ucap AKBP Edi, Minggu (24/12).

Koordinasi dengan Densus 88 merupakan langkah antisipasi atau pencegahan dini agar tidak ada kejadian terorisme.

"Jadi Densus 88 sudah kami persiapkan. Langsung bergerak apabila ada informasi dari anggota Intelkam terkait adanya potensi tindak kriminalitas besar," ujarnya.

Pihaknya juga memantau potensi gangguan kamtibmas. Pantauan sejak Sabtu (23/12), masih aman. Monitoring tersebut akan dilanjutkan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru selesai.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo mengatakan, ada sebanyak 20 gereja yang telah disisir dengan melibatkan tim penjinak bom dari Brimob Polda Jatim.
Rata-rata gereja besar. Seperti Gereja Bethany di Jalan Nginden, Gereja Kristus Raja di Jalan Residen Sudirman, dan Gereja Hati Kudus di Jalan Polisi Istimewa.

Baca juga: Kalapas Pamekasan Minta Bantuan Polres untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Lapas Narkotika

Adapun area yang dicek antara lain altar gereja, kursi jemaat, patung Santa Maria, ruang konsultasi jemaat, ruang tunggu pastor, ruang persiapan panitia, ruang audio kontrol, perparkiran, dan toilet.

"Semua sterlisasi berjalan baik. Artinya tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan," ucapnya.

Pengamanan gereja-gereja menggunakan dua skema. Polisi berjaga di kawasan luar. Tujuannya agar bisa melakukan skrining terhadap siapa saja yang masuk gereja.

Kemudian pihak internal gereja juga diminta ikut mengamati situasi di dalam. Bila ada yang terlihat mencurigakan diarahkan untuk segan menegur atau segera melapor ke polisi. "Kami semua komitmen menjalankan skrining dengan. Sehingga saudara kita bisa melaksanakan ibadah Natal dengan aman dan nyaman," tandasnya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved