Berita Gresik

River Warrior Indonesia Menemukan Sungai-sungai di Indonesia Tercemar Sampah Plastik

River warrior Indonesia di Kecamatan Wringinanom – Gresik menemukan penurunan kualitas air sungai sebesar 46 persen dari total 70.000 sungai

Penulis: Soegiyono | Editor: Januar
TribunMadura/ Sugiyono
SAMPAH - River warrior Indonesia saat menyusuri salah satu sungai di Indonesia dan menemukan banyak tumpukan sampah, Selasa (6/2/2024). 

Laporan warrtawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK – River warrior Indonesia di Kecamatan Wringinanom, Gresik menemukan penurunan kualitas air sungai sebesar 46 persen dari total 70.000 sungai di Indonesia yang tercemar berat.

“Pemerintah Republik Indonesia selama 10 tahun ini tidak serius dalam mengelola sungai serta mengabaikan upaya-upaya pengendalian pencemaran sungai. Akibatnya kini sungai-sungai di Indonesia terus dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat dan industri. Terjadi penurunan kualitas 46 persen dari total 70.000 Sungai di Indonesia yang tercemar berat,” kata Thara Bening Sandrina, Koordinator River Warrior Indonesia, Selasa (6/2/2024).

Lebih lanjut Thara Bening menambahkan, bahwa Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup menyebutkan, setiap sungai di Indonesia harus nihil sampah.

“Faktanya, sungai-sungai di Indonesia masih dipenuhi sampah yang lebih memprihatinkan, bahwa Indonesia berada di peringkat dua penyumbang sampah plastik terbesar kedua di laut dunia. Ini menjadi bukti, bahwa pemerintah tidak becus dalam menjalankan tugasnya mewujudkan aturan yang melindungi sungai dari sampah. Karena kita menyumbang 187,2 juta ton sampah plastik yang berakhir mencemari lingkungan,” imbuh Thara Bening yang juga Mahasiswa Fakultas kelautan dan perikanan Universitas Airlangga.

Baca juga: Pj Bupati Pamekasan Turun Langsung Bersih-bersih Sungai, Antisipasi Banjir Masuki Musim Hujan

Thara Bening juga meminta keadilan kepada pemerintah, agar memprioritaskan kelestarian sungai, mengingat sungai adalah sumber kehidupan.

“Saya prihatin dengan kondisi sungai-sungai di berbagai daerah semakin tercemar, sehingga perlu upaya pemulihan dan kita membutuhkan bantuan sosial untuk memulihkan kesehatannya,” katanya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved