Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Bangkalan

Pemkab Bangkalan Salahkan Cuaca Terkait Kenaikan Harga Beras di Pasaran

Dampak dari perubahan cuaca secara tidak teratur seperti sekarang ini mempengaruhi masa tanam hingga panen padi di beberapa wilayah Indonesia.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunMadura/ Ahmad Faisol
Di tengah melambungnya harga beras, Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie meminta dinas pertanian setempat mencari lahan-lahan pertanian yang sudah bisa dipanen sebagai upaya menekan inflasi. Seperti yang dilakukan dalam gelaran Panen Padi, Cabe, dan Tomat di Desa Banyior, Kecamatan Sepulu pada Senin (26/2/2024). 

Laporan wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Dampak dari perubahan cuaca secara tidak teratur seperti sekarang ini mempengaruhi masa tanam hingga panen padi di beberapa wilayah Indonesia.

Di Kabupaten Bangkalan, anomali cuaca membuat luas tanam padi hingga Februari 2024 masih seluas 35 ribu hektar dari total maksimal seluas 49,925 hektar.

Kondisi ini tentu saja berdampak terhadap capaian produksi gabah.

Akibatnya, secara perlahan terus mendongkrak kenaikan harga beras yang hingga saat ini masih terus menghantui masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Ir Puguh Santoro mengungkapkan, luas tanam padi hingga Februari 2024 masih seluas 35 ribu hektar dari total luas tanam maksimal yakni 49,925 bahkan bisa bisa mencapai 50 ribu hektar.

Baca juga: Beras Mahal, Pemkab Pamekasan Salurkan 8 Ton Beras Murah Untuk Warga

“Sementara luas panen lahan persawahan masih seluas 86 hektar yang sudah dipanen terhitung mulai tanggal 10 Februari 2024. Sedangkan potensi untuk luas panen di akhir Februari hingga Maret 2024 yakni seluas 13 ribu hektar,” ungkap Puguh kepada Tribun Madura, Selasa (27/2/2024).

Oleh karena itu, lanjutnya, Pj Bupati Bupati Bangkalan, Arief M Edie meminta pihak Dinas Pertanian Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan segera melakukan inventarisasi dan memonitor daerah-daerah mana saja yang tanaman padinya sudah bisa dipanen di Bulan Februari ini.

Sebagaimana yang dilakukan Arief M Edie, Puguh Santoso, serta masyarakat petani dalam gelaran Panen Padi, Cabe, dan Tomat di Desa Banyior, Kecamatan Sepulu pada Senin (26/2/2024).

“Ini dalam rangka Pemkab Bangkalan berupaya menekan laju inflasi. Apalagi mendekati bulan-bulan besar seperti Ramadhan dan Hari Raya, biasanya tren kebutuhan harga pokok termasuk beras merangkak naik,” jelas Puguh.

Ia memaparkan, faktor anomali cuaca membuat capaian luas tanam padi hingga Februari 2024 masih seluas 35 ribu hektar dari total maksimal 49,925 hektar luas tanam. Dengan begitu, masa tutup tanam di Bangkalan belum berakhir karena masih bisa dilakukan pada Bulan Maret, April, dan Mei 2024 mendatang.

“Akibat dari cuaca yang tidak teratur, lahan persawahan yang sudah dipanen mulai 10 Februari masih seluas 86 hektar dari total potensi panen hingga Maret seluas 13 ribu hektar. Namun pad Bulan April mendatang, kami sudah memasuki panen raya hingga September,” papar Puguh.

Sekedar diketahui, luas tanam dan luas panen padi di Kabupaten Bangkalan pada tahun 2023 mencapai seluas 49.925 hektar dengan hasil produksi beras mencapai 164 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras di Bangkalan dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta lebih hanya membutuhkan 96 ribu ton.

“Sehingga pada akhir tahun 2023, produksi beras dikurangi konsumsi dari jumlah penduduk masih surplus 67 ribu ton. Itu setara dengan kebutuhan beras masyarakat Bangkalan selama 8 bulan ke depan,” pungkas Puguh.

Sementara Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Delly Septiani mengungkapkan, perilaku pasar dengan kenaikan harga sejumlah sembako termasuk beras sebenarnya bergantung terhadap ketersediaan bahan. Seperti halnya capaian produksi padi di tengah tingginya permintaan pada momen menjelang Ramadhan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved