Rabu, 15 April 2026

Berita Terkini Bangkalan

7 Pencari Besi Asal Gresik Belum Ditemukan, Warga Pesisir Utara Bangkalan Dengar Dentuman dari Laut

Personel gabungan Satpolair Polres Bangkalan, Satpolair Gresik, hingga Tim SAR Surabaya masih terus melakukan pengejaran terhadap 7 warga asal Gresik

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Taufiq Rochman
TANGKAPAN LAYAR
Kasat Polair Polres Bangkalan, Iptu Muarib menyebut jasad pria yang ditemukan mengapung oleh nelayan di perairan lepas pantai Kecamatan Sepulu pada Kamis (13/6/2024) atas nama Naharudin Safak, warga Kabupaten Gresik 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Personel gabungan Satpolair Polres Bangkalan, Satpolair Gresik, hingga Tim SAR Surabaya masih terus melakukan pengejaran terhadap 7 warga asal Gresik di sepanjang garis pantai utara Bangkalan, Jumat (14/6/2024).

Setelah dua perahu berisikan 16 orang pencari besi tua asal Kabupaten Gresik dilaporkan dihempas ombak di sekitar anjungan pengeboran offshore Hull Rig Taurus II di perairan lepas pantai Kecamatan Sepulu, Bangkalan pada Selasa (11/6/2024) sekitar pukul 23.00 WIB.

Informasi peristiwa tragis itu awalnya diterima pihak Satpolair Polres Bangkalan dari Satpolair Gresik yang mengabarkan bahwa terdapat dua perahu berisikan 16 orang pencari besi tua dari Gresik mengalami musibah di perairan antara Kecamatan Klampis dan Kecamatan Sepulu.

Delapan orang dilaporkan hilang dan delapan orang lainnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Sehari kemudian, satu orang dari delapan korban hilang kemudian ditemukan mengapung oleh nelayan di sekitar anjungan sumur migas Hull Rig Taurus II offshore atau lepas pantai perairan Kecamatan Sepulu, Bangkalan pada Kamis (13/6/2024) sekitar pukul 12.00 WIB.  

Sekedar diketahui, Hull Rig Taurus II merupakan merupakan platform yang sudah tidak aktif beroperasi sejak tahun 2006 silam.

Seiring terhentinya pengeboran oleh Kodeco Energy, Co. Ltd, salah satu perusahaan operator migas swasta asal Korea Selatan.

Hull Rig Taurus 2 kemudian menjadi aset nasional setelah Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore atau PHE WMO mengambil alih sekaligus menjadi operator pengeboran mulai tahun 2011 silam.

Meski sumur Hull Rig Taurus II sudah tidak aktif, namun lokasi sumur migas itu menjadi kawasan terlarang bagi warga karena merupakan aset Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Petugas Pengamanan Obvitnas lepas pantai Kecamatan Sepulu, Mubaroq mengungkapkan, empat hari sebelum musibah yang menimpa dua perahu berisikan 16 orang pencari besi tua itu, pihaknya memergoki sebanyak 4 orang sedang lalu lalung berada di atas Hull Rig Taurus II pada Sabtu 8 Juni 2024 sekitar pukul 17.00 WIB,

“Sore itu (Sabtu), saya melalui teropong melihat ada perahu tanpa awak."

"Kemudian saya bersama tiga orang mendekat ke anjungan (Hull Rig Taurus II)."

"Ternyata ada empat orang di atas anjungan, kami meminta mereka turun dan membawa ke Polsek Sepulu untuk memberikan efek jera,” kenang Mubaroq kepada Tribun Madura melalui sambungan selulernya, Jumat (14/6/2024) pagi.  

Tim Community Based Security PHE WMO yang hadir langsung ke Polsek Sepulu dari Kabupaten Gresik malam itu disebut Mubaroq memberikan nasehat kepada empat orang yang ditemukan di atas anjungan Hull Rig Taurus II.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved