Berita Surabaya
Malam Minggu Sering Terjadi Kecelakaan Mobil, Warga Sebut Akibat Terlalu Banyak Tempat Hiburan
Banyak masyarakat yang mengamati setiap malam minggu kerap terjadi kecelakaan di Kota Surabaya.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Banyak masyarakat yang mengamati setiap malam minggu kerap terjadi kecelakaan di Kota Surabaya.
Insidennya macam-macam. Mulai mobil masuk ke dalam kali di tengah-tengah pembatasan jalan, hingga mobil nyasak ke taman pernah terjadi.
Misalnya, pada akhir pekan lalu (16/6) sekira pukul 3.00 dini hari, sebuah mobil terbalik di Jalan Panglima Sudirman. Pengemudi sempat terjebak di dalam kendaraannya. Bahan bakar mobil tumpah ke jalan.
Untung dalam kondisi tersebut mobil tidak terbakar.
Hasil penyelidikan polisi mobil tersebut mulanya melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Pemuda. Lalu setelah Taman Bambu Runcing bertemu sejumlah pemotor melaju pelan. Pengemudi mobil mencoba mengerem mengambil haluan ke kiri untuk menghindar, namun tepat dekat supermarket Hokky kendaraan roda empat itu terbalik.
William salah seorang warga Surabaya mengatakan, insiden mobil terbalik-balik sangat sering terjadi. Kejadian semacam itu sering terjadi pada dini hari memasuki hari akhir pekan. Korbannya selalu mobil dan terjadi di jalan-jalan aspal mulus. Ia curiga mobil rata-rata kejadian efek drive drinking.
"Kayaknya gak pernah kejadian di pinggiran kota. Seringnya daerah Panglima Sudirman. Mungkin pengemudinya habis dugem mungkin ya. Di sekitaran Taman Apsari kan memang banyak tempat hiburan malam. Terus arah pulang nyetir ngawur," ucapnya.
Ian warga lain menduga sering kecelakaan melibatkan mobil efek domino karena menjamurnya tempat club-club. Pengunjung -pengunjung tempat hiburan malam sering kali nekat nyetir mobil meskipun dalam kondisi terpengaruh alkohol. Selain itu, Kota Pahlawan dinilai kurang sangat minim.
"Buktinya, setiap weekend mulai pukul 24.00 hingga 3.00 dini hari kerap ada balapan liar. Ini juga bahaya loh. Orang-orang kalau ketangke polisi jawabannya selalu enteng, karena gabut," ujarnya.
Sebenarnya Satlantas Polrestabes Surabaya akhir tahun 2023 lalu pernah mengadakan pertemuan bersama pengusaha Hiburan yang tergabung dalam organisasi Gaperhu. Bos-bos hiburan malam diminta di tempat usaha menyediakan layanan antar pengunjung pulang. Sebab kecelakaan akibat drive drinking tinggi berulangkali terjadi.
Layanan antar orang mabuk itu dinilai bisa menjadi solusi. Namun, kini tak terdengar kabarnya gagasan tersebut telah teralisasi atau tidak.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Massa Jarah Fasilitas Gedung Negara Grahadi, Rusak Sejumlah Kendaraan, Wartawan: Motor Saya Dirusak |
![]() |
---|
Seusai Bakar Gedung Negara Grahadi, Massa Misterius Bakar Markas Polsek Tegalsari dan Menjarah |
![]() |
---|
Ditekan Terus oleh Brimob Bertameng dan Bawa Pentungan, Massa Aksi di Surabaya Bertahan Semampunya |
![]() |
---|
Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Taman Zakat Luncurkan Taman Gizi untuk Budidaya Ayam Petelur |
![]() |
---|
Demo Ojol Dilindas Rantis Brimob Memanas di Surabaya , Polisi Tembak Gas Air Mata, Suasana Mencekam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.