Berita Bangkalan
Mengenal Hull Rig Taurus II, Anjungan Offshore Migas Bangkalan TKP Hilangnya 6 Pencari Besi Gresik
Tragedi yang menimpa dua perahu bermuatan 16 warga pencari besi tua asal Kabupaten Gresik di anjungan migas Hull Rig Taurus II
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
Laporan wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Tragedi yang menimpa dua perahu bermuatan 16 warga pencari besi tua asal Kabupaten Gresik di anjungan migas Hull Rig Taurus II perairan lepas pantai Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan pada Selasa 11 Juni 2024, sekitar pukul 23.00 WIB tidak hanya meninggalkan duka.
Namun juga menyisakan segudang pertanyaan di benak sejumlah nelayan pesisir Kecamatan Sepulu.
Dari total 8 orang yang dinyatakan hilang, dua di antaranya telah ditemukan dengan kondisi mengapung. Kedua jasad warga Gresik itu teridentifikasi atas nama Naharudin Safak, tubuhnya ditemukan tidak jauh dari area Hull Rig Taurus II pada Kamis 13 Juni 2024 sekitar pukul 12.00 WIB.
Sementara satu jasad lainnya teridentifikasi atas nama Mohammad Lutfi (25), tubuhnya ditemukan di dekat Pulau Karang Jamuang, Senin (17/6/2024). Sementara 8 orang lainnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Meski satu pekan telah berlalu, namun tragedi pilu itu masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, khususnya masyarakat nelayan di pesisir Kecamatan Sepulu. Meski sudah tidak berproduksi, namun keberadaan anjungan migas Hull Rig Taurus II merupakan icon utama bagi masyarakat setempat.
“Kami kehilangan satu icon utama di kampung. Sejak era tahun 1980 an, keberadaan anjungan migas yang awalnya digarap Kodeco Energy itu menjadi suar (penerangan) utama. Namun setelah tragedi kemarin, suar itu kini padam. Dulu saya bekerja di situ (Hull Rig Taurus II), naik turun rig saat usia remaja,” ungkap Supar yang ditemui pada Kamis (20/6/2024).
Sekedar diketahui, lokasi anjungan offshore atau lepas pantai migas Hull Rig Taurus II berada lebih dari 1 mil atau sekitar 2 kilometer dari bibir pantai. Namun sejak 2006, Kodeco Energy yang merupakan perusahaan migas swasta asal Korea Selatan menghentikan kegiatan eksploitasi migas.
Hull Rig Taurus II kemudian menjadi aset nasional setelah Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore atau PHE WMO mengambil alih sekaligus menjadi operator pengeboran mulai tahun 2011 silam.
Meski Hull Rig Taurus II sudah tidak aktif, namun kawasan sumur migas itu menjadi area terlarang dan terbatas bagi warga terutama para nelayan karena merupakan bagian dari Objek Vital Nasional (Obvitnas).
Jika diamati dari bibir pantai, konstruksi utuh Hull Rig Taurus II sebelum tragedi itu masih lengkap dengan beberapa bangunan yang difungsikan sebagai ruang kontrol pengeboran, suar sebagai lampu penerangan, bahkan helipad atau landasan helikopter.
Berat total beban satu hull yang ditopang oleh tiga kaki penyangga berbahan kerangka besi bisa mencapai 100 ton.Namun pasca kejadian itu, Hull Rig Taurus II saat ini hanya menyisakan tiga kaki penyangga yang berfungsi sebagai lift atau menaik-turunkan tubuh hull rig. Sementara badan dari hull sendiri diduga telah merosot hingga tenggelam di dasar laut.
Merosotnya bangunan hull berbobot sekitar 100 ton itu bahkan disebut Petugas Pengamanan Obvitnas, Mubarok menimbulkan suara dentuman hingga terdengar warga yang bermukim di kawasan pesisir.
Sebelumnya dilaporkan bahwa, 16 pencari besi tua hanya berlindung di bawah tiga kaki penyangga Hull Rig Taurus II untuk menghindari hempasan ombak karena angin kencang. Mereka kemudian dilaporkan tertimpa kontainer yang roboh karena hempasan angin kencang.
“Rig Taurus tidak boleh didekati. Kalau nelayan beneran, pasti sudah tahu persis hal itu. Mereka yang menjadi korban berdalih cuaca buruk. Saya tahu persis saat kejadian cuaca sangat bagus,” pungkas Supar.
| Camat Burneh Bangkalan Pergi Ngantor Kayuh Sepeda 7 Km demi Hemat BBM: Skema WFH Kurang Cocok |
|
|---|
| Dukung Hemat BBM, ASN Bangkalan Pakai Sepeda Pancal untuk Keperluan ke Kantor Pemkab |
|
|---|
| Pemkab Bangkalan Sepakat dengan Kementerian Komdigi, Larang Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Medsos |
|
|---|
| Kronologi Ledakan Mercon di Bangkalan yang Sebabkan Tangan Remaja Luka Parah, Berawal dari Bocor |
|
|---|
| Bupati Lukman Kebut Perbaikan Jalan Bangkalan, Gubernur Khofifah Gelontorkan 300 Tong Aspal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ampilan-Hull-Rig-Taurus-II-pasca-tragedi-pilu-yang-menimpa-16.jpg)