Berita Sumenep
Aktivis Mahasiswa Tuding SMA Negeri I Sumenep Tak Terbuka Soal PPDB 2024
SMA Negeri I Sumenep diduga tidak terbuka soal soal proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - SMA Negeri I Sumenep diduga tidak terbuka soal soal proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024.
Hal itu disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Aktivis Madura (Gemara) pada TribunMadura.com.
Ketua Gemara, Fadillah mengatakan bahwa duga ketidak terbukaan soal PPDB 2024 di SMA N I Sumenep itu semakin menguat setelah melakukan audensi pada Jumat (5/7/2024). Namun, kepala sekolah (Kepsek) tersebut tidak bisa menemuinya.
Aktivis Gemara mengungkapkan kekecewaannya karena Kepsek SMA N I Sumenep tidak menemui dan bahkan tidak ada perwakilanpun yang bisa menemui.
"Jelas kita kecewa, karena kedatangan kami dengan niat baik untuk membahas dugaan ketidakterbukaan proses PPDB 2024 di SMA Negeri 1 Sumenep. Banyak persoalan yang kami temui di lapangan, terutama terkait ketidaktrnsparan dalam pelaksanaan PPDB," tegas Fadillah pada Senin (8/7/2024).
Fadillah menyebutkan, bahwa ketidakhadiran Kepsek dan perwakilannya menimbulkan banyak spekulasi di kalangan masyarakat. Sehingga dugaan adanya masalah yang disembunyikan semakin kuat.
"Jika tidak ada masalah seharusnya pihak sekolah menemui kami, ini kan menimbulkan kesan ada yang tidak beres," katanya.
Fadillah menyebutnya, salah satu kejanggalan itu terkait jalur zonasi yang dinilai rancu dan membingungkan karena tidak berdasar jarak geokrafis.
Tidak sedikit pelajat mendaftar lewat jalur zonasi tersebut. Padahal jaraknya jauh, seperti di Kecamatan Talango. Padahal ada sekolah juga yang lebih dekat.
"Bahkan juga jalur prestasi nilai akademik, itu yang juga kami heran. Tidak dijelaskan nilai tertinggi dan terendah. Ingat, kami akan kaji lebih dalam dan perihal dugaan pengubahan identitas kependudukan dan surat keterangan domisili. Apakah pihak sekolah terlibat dalam hal ini," tegasnya.
Terpisah, Kepala SMAN I Sumenep Rafiuddin menampik tudingan dari para aktivis mahasiswa tersebut.
Menurutnya, selagi masih berada dalam zonasi boleh mendaftar ke SMAN I Sumenep, termasuk dari kecamatan talango.
"Itu kan juga masuk zonasi, boleh mendaftar. Cuman, saya sampaikan semua sudah diatur oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur," tutur Rafiuddin pada Senin (8/7/2024).
Ditanya soal ketidak terbukaan PPDB 2024, pihaknya juga menampik. Ia mengaku semua sudah bisa diakses dan terbuka.
"Itu tidak benar, semua bisa diakses dan bisa dibuka lewat online. Saya dari kemaren ada di luar kota. Makanya, saya minta jadwal ulang untuk bisa menemui," terangnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
| Kapolda Jatim Pastikan Barang di Perairan Sumenep Kokain, Nilai Jual Ditaksir Capai Rp 225 Miliar |
|
|---|
| Musik Tong-Tong Madura, Kreativitas Tinggi di Tengah Tantangan Biaya |
|
|---|
| Labang Mesem Keraton Sumenep, Jejak Arca Tersenyum di Balik Nama Gerbang Bersejarah |
|
|---|
| Konferensi Pers Kapolda Jatim di Sumenep Mendadak Batal, Paket Diduga Kokain 27 Kg Masih Uji Lab |
|
|---|
| Dirut BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Sebut Inklusi Keuangan Syariah Kunci Jangkau Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Tampak-dari-depan-SMA-Negeri-I-Sumenep-di-Jl-Raya-Payudan.jpg)