Berita Surabaya

Ngamuk Gak Karuan, Pria di Surabaya Mendadak Bacok Polisi Cepek Pakai Pedang

Edo (28), mengamuk di Jalan HR Muhammad. Juri (45), seorang pak ogah alias polisi cepek yang biasa mangkal di Jalan HR Muhammad tiba-tiba dibacok

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunMadura/ Tony Hermawan
Lokasi pembacokan di depan restoran Soto Pak Sadi di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA– Edo (28), mengamuk di Jalan HR Muhammad. Juri (45), seorang pak ogah alias polisi cepek yang biasa mangkal di Jalan HR Muhammad tiba-tiba dibacok.

Insiden itu terjadi di depan restoran Soto Pak Sadi.

Akibat insiden itu, Juri mengalami luka di pergelangan tangan kirinya. Bukan hanya Juri, Rara karyawan toko galangan juga diancam dengan pedang.

"Dada saya sempat dipukul. Untung kena gagangnya, sehingga hanya membekas saja dan tidak sampai luka," kata karyawati toko galangan Rara.

"Yang parah ya korban polisi cepek di bagian tangan kiri karena dibacok pedang sampai berdarah," imbuh Rara.

Wanita berusia 30 tahun itu mengungkapkan kejadian di depan toko galangan pada Minggu (7/7), sekira pukul 15.00 WIB. Usut punya usut, ternyata Edo yang merupakan warga asal warga Jalan Kawal Pradakali Kendal itu mabuk pil koplo.

Saat itu, Rara sedang jaga toko, sedangkan pak ogah sedang duduk-duduk di depan toko. Kemudian, Edo datang dengan mengendarai motor Yamaha Vixion. Gas sepeda motor digeber-geber.

Selanjutnya, pelaku marah-marah kepada Juri sambil mengancamnya. Lalu pelaku membacokkan pedangnya mengenai pergelangan tangannya.

"Pelaku kemungkinan marah-marah seperti terpengaruh obat. Saya hafal betul karakter pelaku, tidak hanya sekali datang ke sini marah-marah," tutur Rara.

Usai membacok korban, pelaku tidak langsung pergi. Melainkan juga mengancam orang-orang yang ada di TKP pakai pedang. "Usai membacok pelaku tidak kabur. Lalu duduk-duduk dan sempat berbincang-bincang dengan saya dan korban. Pulangnya pelaku juga pamit kepada saya," imbuh dia.

Beberapa jam kemudian, Rara mendengar, pelaku ditangkap sama anggota Reskrim Polsek Dukuh Pakis di rumahnya dan ditahan di mako. "Yang melaporkan pelaku ke polisi informasinya bapaknya karena agar sebagai efek jera anaknya," tandas Rara.

Kapolsek Dukuh Pakis, Kompol Masdawati Siragih saat dihubungi untuk menanyakan terkait kejadian tersebut, tidak merespon.
Begitu pula dengan Kanitreskrim Iptu Bambang Setiawan saat dikonfirmasi insiden itu tidak menjawab.

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved