Berita Surabaya
Bukan Hanya Suka Tawuran, Oknum Anggota Perguruan Juga Terlibat Begal di Surabaya
Kejahatan jalanan melibatkan oknum anggota sedang marak terjadi di Kota Surabaya.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kejahatan jalanan melibatkan oknum anggota sedang marak terjadi di Kota Surabaya.
Di tengah malam yang sunyi, beberapa pelaku berkeliaran di jalanan sepi, bertindak seperti preman yang merampas sepeda motor dari tangan korban.
Fahmi, seorang pemuda berusia 22 tahun asal Kemlaten, ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan wajah penuh luka lebam dan gigi yang tanggal.
Pemeriksaan medis mengungkapkan pembengkakan serius di bagian belakang kepalanya.
Fahmi menjadi korban pengeroyokan oleh tiga pemuda, yaitu Akbar warga asal Buduran, Faisal warga asal Bringin Kulon, dan Ardiansyah dari Bulu Sidokare. Saat ditangkap, ketiga pelaku hanya bisa menundukkan kepala sambil mengakui perbuatan mereka. Usut punya usut Fahmi dan ketiga pelaku dulunya tergabung dalam satu perguruan silat yang sama.
Menurut Kapolsek Karangpilang, Kompol Risky Ferdian, kejadian bermula pada Minggu, 11 Agustus, sekitar pukul 01.00 WIB. Sepuluh orang yang konvoi dari Kedung Manyar meneriaki korban dengan kata mandek (berhenti) saat melintas di Jalan Kemlaten. Korban, ketakutan, melaju melewati lampu merah dan menuju kafe di Kemlaten. Di sinilah ia tertangkap dan dipukuli, sepeda motor Honda Beat miliknya serta dua handphone dirampas oleh pelaku.
"Pelaku tidak hanya menganiaya Fahmi, tetapi juga merampas sepeda motor dan barang-barangnya. Dalam kasus ini, enam tersangka telah ditetapkan, tiga di antaranya masih di bawah umur, sementara empat orang lainnya tampak hanya ikut-ikutan," ujarnya.
Lebih mencemaskan lagi, kejadian serupa sudah pernah terjadi pada 28 Juli lalu. Dalam insiden ini, tiga oknum anggota perguruan silat merampas sepeda motor di sekitar Jalan Mastrip dengan membawa parang. Korban yang sedang mencari tambal ban terpaksa melarikan diri dan meninggalkan motornya. Ketika kembali, motornya sudah raib.
Aksi sebelumnya terungkap karena rekaman CCTV. Kasus-kasus ini mencerminkan fenomena mengkhawatirkan di mana anggota perguruan silat, yang seharusnya melindungi masyarakat, malah terlibat dalam kejahatan jalanan. Untuk menanggulangi masalah ini, pihak kepolisian berencana melakukan upaya preventif dengan mengedukasi perguruan silat mengenai tanggung jawab mereka.
"Langkah pertama adalah mengungkap dan menangani pelaku yang meresahkan, sedangkan langkah kedua adalah pencabutan SKCK bagi mereka yang terbukti terlibat," tegas Kompol Risky.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Massa Jarah Fasilitas Gedung Negara Grahadi, Rusak Sejumlah Kendaraan, Wartawan: Motor Saya Dirusak |
![]() |
---|
Seusai Bakar Gedung Negara Grahadi, Massa Misterius Bakar Markas Polsek Tegalsari dan Menjarah |
![]() |
---|
Ditekan Terus oleh Brimob Bertameng dan Bawa Pentungan, Massa Aksi di Surabaya Bertahan Semampunya |
![]() |
---|
Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Taman Zakat Luncurkan Taman Gizi untuk Budidaya Ayam Petelur |
![]() |
---|
Demo Ojol Dilindas Rantis Brimob Memanas di Surabaya , Polisi Tembak Gas Air Mata, Suasana Mencekam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.