Berita Surabaya
Wanita Dicurigai Penculik Anak di Joyoboyo Surabaya, Saat Tertangkap Ternyata Penderita Depresi
Perempuan berusia 50 tahun asal Buduran, Sidoarjo, tiba-tiba muncul di kampung dan duduk
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Warga Joyoboyo, Gang Kelinci, dibuat panik akan kehadiran SM. Perempuan berusia 50 tahun asal Buduran, Sidoarjo, tiba-tiba muncul di kampung dan duduk di sebelah seorang anak berusia 4 tahun.
Karena tidak ada yang mengenalinya, tindakan SM menimbulkan ketakutan di kalangan warga. SM pun segera diamankan di Polsek Wonokromo.
Ketua RW 05 Bumiharjo menjelaskan kejadian itu terjadi Selasa (13/8), sekitar pukul 20.00 WIB. Malam itu, suasana kampung sangat ramai banyak anak-anak yang bermain di luar rumah.
Ada seorang ibu mengenakan gamis dan kerudung warna pink duduk di kursi cangkrukan sambil mengelus-elus rambut salah seorang anak asal kampung Gang Kelinci.
“Ibu si anak lihat dari kejauhan, dan langsung panik. Wong anaknya dielus-elus orang gak dikenal lari memanggil warga sekitar,” ungkap Ketua RW tersebut.
Warga berdondong-bondong dan kumpul dan mendatangi ibu asing itu. Mereka menanyakan maksud dan tujuan tindakan mengusap rambut anak tersebut.
Namun tidak ada jawaban yang lugas. Ketika ditanya lebih detail hanya menjawab hanya teringat akan anaknya. Dan ketika ditanya asalnya dijawab jalan kaki dari Buduran ke Joyoboyo.
Warga akhirnya memutuskan untuk menyerahkan ibu ke Polsek Wonokromo. Laporan tersebut sempat menghebohkan, hingga anggota Reskrim Polsek berkumpul untuk melakukan interogasi secara bergantian.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo AKP I Made menegaskan, tuduhan warga tidak benar. Terungkap identitas ibu itu SM asal dari Buduran. "Setelah kami menghubungi pihak keluarga, kami mengetahui bahwa Sumiyati menderita depresi kambuhan," ujarnya.
Teka-teki itu terjawab setelah polisi mencoba memastikan jawaban SM yang setiap kali ditanya asal mana selalu menjawab Buduran. Pihak Polsek Wonokromo akhirnya menghubungi Polsek Buduran. Ternyata suami SM sudah mengadu ke polisi pada siang hari.
Menurut penjelasan suami SM, istrinya menghilang sejak Selasa siang. Pergi meninggalkan rumah dengan naik sepeda motor. Pengakuan Sum, dia memarkir motornya di sekitar Masjid Al-Akbar Pagesangan lalu jalan kaki ke Wonokromo. Polisi sudah mencoba mencari kendaraan dua itu namun hingga sekarang tidak ditemukan.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Sisa Reruntuhan Gedung Negara Grahadi Jadi Tontonan dan Lokasi Swafoto Masyarakat, Petugas Gercep |
![]() |
---|
Massa Jarah Fasilitas Gedung Negara Grahadi, Rusak Sejumlah Kendaraan, Wartawan: Motor Saya Dirusak |
![]() |
---|
Seusai Bakar Gedung Negara Grahadi, Massa Misterius Bakar Markas Polsek Tegalsari dan Menjarah |
![]() |
---|
Ditekan Terus oleh Brimob Bertameng dan Bawa Pentungan, Massa Aksi di Surabaya Bertahan Semampunya |
![]() |
---|
Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Taman Zakat Luncurkan Taman Gizi untuk Budidaya Ayam Petelur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.