Berita Terkini Surabaya

Nelangsa Warga Surabaya, Uang Ratusan Juta di Tabungan Lenyap Gara-gara Modus Ganjal ATM

Kejahatan modus ganjal ATM menimpa Antonius Judi Hadianto (55) saat datang ke minimarket di Jalan Perak Barat untuk menarik uang Rp1 juta

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Taufiq Rochman
Tribunnews.com
Ilustrasi kejahatan modus ganjal ATM di Surabaya 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Antonius Judi Hadianto (55) datang ke minimarket di Jalan Perak Barat untuk menarik uang Rp1 juta dari mesin ATM.

Saat ia mencoba memasukkan kartu debitnya, ia mengalami kesulitan.

Setelah beberapa kali gagal, Antonius memutuskan untuk pulang.

Namun, ketika ia mengecek m-banking di rumah, ia terkejut menemukan saldo Rp117,5 juta hilang secara misterius.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa mesin ATM tersebut mengalami masalah pada lubang kartu, yang menyebabkan kartu debit Antonius tidak berfungsi dengan baik.

Diduga, ada orang yang menukarkan kartu debitnya dengan kartu lain saat ia tidak sadar.

Putra korban, Antanius Yudhistira, menjelaskan bahwa penipuan ini terjadi pada Rabu (25/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Ayah saya datang sendirian ke minimarket dan langsung menuju ATM."

"Ia sempat mengantri karena ada orang yang terlihat sedang transaksi,” katanya. 

Saat giliran ayahnya, kartu debit sulit dimasukkan.

Orang yang sudah transaksi lantas membantu ayahnya.

Orang itu bilang saat dirinya transaksi memang kartu agak sulit dimasukkan ke mesin ATM.

 “Tapi waktu ayah saya ngetik pin, kartu keluar lagi. Ayah saya akhirnya pulang gak jadi ambil uang,” tambah Yudhistira.

Merasa ada yang janggal, Antonius sampai rumah langsung mengecek m-banking.

Ia menemukan transaksi keluar total Rp117,5 juta.

“Ada yang ditransfer ke rekening, ada yang tarik tunai,” ungkap Yudhistira.

Yudhistira yang berada di Lampung segera meminta ayahnya melapor ke polisi.

Dalam penyelidikan, pihak bank menginformasikan bahwa kartu yang dibawa Antonius bukan kartu debit asli.

“Jadi, waktu di depan ATM itu ditukar sama orang yang pura-pura bantu,” jelas Yudhistira.

Dugaan sementara penipuan ini melibatkan dua pelaku.

Satu berpura-pura membantu, satunya lagi bertugas  mengintip saat korban mengetik pin.

Saat ini, pihak kepolisian sedang memburu para pelaku.

Namun, pihak bank menyatakan kasus ini merupakan kelalaian nasabah, sehingga harapan untuk mendapatkan kembali uang korban sangat kecil.

Ikuti berita seputar Surabaya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved