Kamis, 21 Mei 2026

Berita Bondowoso

Nestapa Warga Bondowoso yang Tinggal Bertiga di Rumah Sempit Berdinding Anyaman Bambu

Satu keluarga di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari RT 27 RW 04 menempati rumah tak layak huni.

Tayang:
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Januar
Sinca Ari Pangistu
Suardi dan ke dua anaknya saat dikunjungi oleh pemerintah desa 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Satu keluarga di RT 27 RW 04 Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso  menempati rumah tak layak huni.

Hanya berukuran 4x6 meter, berdindingkan anyaman bambu, beralaskan tanah. Tampak, di beberapa dinding anyaman bambunya dipasangi kain panjang agar tidak panas.

Hanya ada satu kasur di lantai bawah, satu set kursi kayu, dan satu lencak. Tanpa sekat.

Mereka adalah dua orang anak masing-masing berusia 9 tahun dan 7 tahun, dan seorang ayah bernama Suardi.

Menurut Kepala Desa Gunosari, Dian Nasrullah, warganya itu baru sekitar setahun tinggal di tempat tersebut setelah bekerja di Bali.

Sebelumnya, Suardi, dua anaknya, serta istrinya dari Malang tinggal di Bali. Namun, setelah bercerai Suardi membawa anak-anaknya ke kampung halaman di Desa Gunosari.

Sempat tinggal bersama orang tuanya, namun karena ada perselisihan. Suardi memilih membuat rumah tersebut seadanya.

"Kemarin anaknya sakit, sudah kami bawa ke puskesmas," jelasnya.

Menurut Kades Gunosari, dari Pemdes kemarin telah membantu pembangunan rumah itu dengan membantu membeli kalsiboard. Namun untuk pembangunan rumah tersebut menjadi layak huni masih akan diajukan.

"Mudah-mudahan 2025 saya ajukan ke RTLH," ujarnya.

Selama ini, Suardi bekerja serabutan untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara ke dua anaknya disekolahkan di SD Negeri 3 Gunosari.

Pemdes sendiri telah berusaha untuk memberikan bantuan-bantuan melalui program-program. Seperti BLT dana desa, dan lainnya.

Namun untuk perbaikan rumah jika menggunakan dana desa, sekarang sudah akhir tahun. Karena itulah, pihaknya berharap permintaan pada pemerintah daerah melalui surat yang telah dilayangkan ini segera bisa terealisasi.

"Jika sekarang tidak bisa, mudah-mudahan bisa tahun depan, desa kita kan mendapatkan TMMD," ujarnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved