Berita Mojokerto
Wabah PMK Mulai Merebak, Peternak Sapi di Mojokerto Bernasib Mengenaskan
Peternak sapi mengeluh wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di 16 kecamatan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang menyebabkan hewan ternaknya
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni
TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO- Peternak sapi mengeluh wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di 16 kecamatan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang menyebabkan hewan ternaknya mati.
Wabah PMK kembali merebak di Mojokerto, pada 2 Desember 2024 dan dampaknya menyebabkan ratusan ekor sapi terjangkit dan 14 sapi mati.
Peternak sapi di Desa Sambiroto, Sooko, Imam Masud (53) mengatakan, wabah PMK sangat merugikan masyarakat terutama bagi peternak skala kecil yang hanya memiliki 1-2 ekor sapi.
Mayoritas warga memilih berternak sapi untuk tabungan atau investasi. Pupus sudah harapan mereka jika ternak sapi satu-satunya itu mati akibat wabah PMK.
"Sangat Ngenes sekali (PMK), terutama bagi peternak skala kecil. Jadi orang yang punya 1-2 ekor sapi terkena wabah, maka harapan dan tabungannya habis," ungkap Imam Masud, Rabu (1/1/2025).
Ia mengaku ada tujuh ekor ternak sapi yang dirawatnya terdampak dan satu di antaranya mati terpapar PMK.
"Ada yang terdampak, tujuh ekor sapi dan yang satunya mati. Alhamdulillah bisa segera ditangani untuk disembuhkan," ucap Imam Masud.
Menurut dia, wabah PMK tahun ini tidak terlalu parah jika dibandingkan pada awal tahun 2022 lalu dengan kasus yang mencapai ribuan tertular.
Para peternak sadar akan wabah itu, segera memberikan vaksinasi PMK untuk hewan ternaknya sebagai antisipasi dan pencegahan penularan.
"PMK masuk ke Mojokerto 2022 dan tahun ini biasanya saja landai, tidak parah seperti dulu karena sekarang sudah divaksin. Jadi sapi yang sudah divaksin PMK, Insya Allah aman," jelasnya.
Dirinya merawat sekitar 200 ekor sapi di sebuah kandang skala besar yang terletak di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Mojokerto.
Berbagai jenis sapi di antaranya adalah sapi perah jenis FH (Friesian Holstein, Limousin, Brahman, Simmental.
"Sapi yang terjangkit PMK di sini jenis Simmental dan Limousin yang sering, kemungkinan awalnya belum divaksin. Kita tidak berani mendatangkan sapi baru dari luar daerah, karena di sini masih ada wabah PMK," bebernya.
Dirinya berharap Pemda segera melakukan penanganan tepat untuk menghilangkan wabah, dengan kembali mengintensifkan vaksinasi PMK.
"Pemerintah segera tanggap mengatasi permasalah ini, terus bagaimana penanganannya. Vaksin PMK terutama, karena vaksin sangat dibutuhkan. Enam bulan sekali wajib vaksin, kalau hewan ternak sapi tidak vaksin ya tetap bisa terkena PMK," pungkasnya.
Sebelumnya, Tim paramedik Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, mendatangi peternakan sapi yang terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Mereka melakukan pengecekan hewan ternak sapi sekaligus pelayanan kesehatan pada hewan ternak di sebuah peternakan sapi skala besar, di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (31/12/2024) kemarin.
Petugas menemukan tujuh kasus yaitu, enam ekor sapi sakit terjangkit PMK dan satu sapi mati.
"Tambahan (Kasus PMK) Desa Sambiroto, 7 tertular di antaranya 6 hewan ternak sapi sakit dan 1 mati," ucap Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Tutik Suryaningdyah.
Ia mengungkapkan kondisi terkini kasus PMK telah menyebar di 16 Kecamatan, Kabupaten Mojokerto.
Dengan rincian, paling banyak kasus PMK terjadi di Kecamatan Kutorejo dengan total 58 ekor sapi dan Pacet 33 sapi.
Kemudian di Kecamatan Jetis 25 kasus dan Kecamatan Puri 20 kasus.
Sapi yang terpapar PMK di Kecamatan Gedeg 18 kasus, Jatirejo dan Trawas masing-masing 15 kasus, Dlanggu 14 kasus, Mojoanyar 13 kasus, Dawarblandong 8 kasus, Mojosari 4 kasus serta Pungging 3 kasus.
"Laporan dari peternak di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko yaitu tujuh kasus PMK. Penyebaran PMK total 16 kecamatan dari total 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto," ujar Tutik Suryaningdyah.
Kasus PMK pada hewan ternak sapi di Kabupaten Mojokerto meningkat dari 241, menjadi 247 kasus.
Dengan rincian sebanyak 226 ekor sapi kondisinya sakit terpapar PMK, dan 14 ekor sapi mati serta sembilan potong paksa akibat terjangkit wabah tersebut.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadoura.com
| Kronologi Penemuan Jasad Bayi dalam Tas Ransel di Dekat Wisata Air Terjun Watu Ondo Mojokerto |
|
|---|
| Erwin Ajak Anak Berlindung di Bawah Kasur Saat Tembok Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang |
|
|---|
| Mojokerto Gempar, Toko Ponsel Dibobol Maling, Korban Rugi hingga Ratusan Juta Rupiah |
|
|---|
| Misteri Mutilasi Pacet Bisa Cepat Terungkap karena Jasa Seekor Anjing, Temukan Pergelangan Tangan |
|
|---|
| Firasat Buruk Ortu Wanita Lamongan yang Dimutilasi Kekasihnya, Kaget dan Berusaha Hubungi Sang Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Peternakan-sapi-skala-besar-terdampak-wabah-PMK-di-Kabupaten-Mojokerto-Jawa-Timur.jpg)