Berita Jember
Jember Berdarah, Anak Penggal Leher Ayahnya hingga Putus, Polisi Bicara Motif
Polisi mulai melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus anak penggal leher ayahnya hingga putus di Dusun Jadukan Desa Mojosari Kecamatan Puger Jember
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Januar
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi
TRIBUNMADURA.COM, JEMBER- Polisi mulai melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus anak penggal leher ayahnya hingga putus di Dusun Jadukan Desa Mojosari Kecamatan Puger Jember, Jawa Timur.
Kapolsek Puger AKP Fatchur Rahman mengatakan sudah ada lima orang saksi yang telah dilakukan pemeriksaan atas perkara pidana ini.
Menurutnya, dari ima orang yang diperiksa, tiga diantaranya merupakan saksi kunci dalam kasus tersebut. Karena mereka tahu ketika pelaku menghabisi nyawa korban.
"Mengetahui peristiwa tersebut ketika tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban yang merupakan orang tuanya sendiri bernama Zaenal Arifin alias Haji Jenuri," ujarnya, Senin (27/1/2025).
Fatchur mengatakan, polisi belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yang bernama Akbar. Sebab pelaku masih menjalani operasi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung.
"Karena terdapat luka gorok di bagian leher dan menyentuh saluran pernafasan," ucapnya.
Oleh karena itu, polisi belum bisa menggali motif pelaku melakukan pembunuhan sadis terhadap ayah kandungnya, karena masih diperlukan keterangan dari saksi lain.
"Kami masih terus dalami lagi, apa yang sebenarnya terjadi motif antara bapak dan anak ini," ungkap Fatchur.
Fatchur mengaku telah menyita beberapa barang bukti pembunuhan ini. Di antaranya parang yang digunakan pelaku untuk menggorok leher korban.
"Celana dan baju tersangka setia pakaian yang digunakan oleh korban pada saat kejadian," katanya.
Tim Inafis Polres Jember juga telah membawa jasad korban di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi untuk dilakukan proses autopsi.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
| Achmad Syahri As Siddiqi Tak Hadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jember, Hafidi: Tidak Enak Badan |
|
|---|
| Kisah Berdirinya Universitas Jember sejak 1957 hingga Resmi Jadi PTN |
|
|---|
| Pemkab Jember Hapus Denda Pajak Daerah, Bumi dan Bangunan hingga Reklame |
|
|---|
| Eksistensi Tari Lahbako, Cerminan Peran Perempuan dalam Ekonomi Jember |
|
|---|
| Sejarah Masjid Al Baitul Amien, Ikon Religi Kabupaten Jember |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Korban-yang-dipenggal-lehernya-oleh-anaknya-saat-dibawa-di-RSD-dr-Soebandi-Jember.jpg)