Senin, 1 Juni 2026

Berita Terkini Bangkalan

Perahu Nelayan Bangkalan Karam Dihantam Ombak, Dua Korban Selamat Mengapung 7 Jam, Satu Orang Hilang

Cuaca ekstrem di perairan Barat Kota Bangkalan menelan korban hilang seorang nelayan, Muhammad Nari (47), warga Jalan Pertempuran, Kelurahan Pejagan

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Taufiq Rochman
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
TAKZIAH : Warga mengunjungi rumah Rafel dan Adiem (mengenakan kaos merah muda) di Jalan Pertempuran, Kelurahan Pejagan, Kota Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (30/1/2025) malam. Dua nelayan itu merupakan korban selamat perahu tenggelam akibat diterjang ombak di perairan Desa Tolbuk, Kecamatan Klampis pada pukul 06.00 WIB. Satu orang dinyatakan hilang dalam insiden tersebut 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Cuaca ekstrem di perairan Barat Kota Bangkalan menelan korban hilang seorang nelayan, Muhammad Nari (47), warga Jalan Pertempuran, Kelurahan Pejagan, Kota Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (30/1/2025).

Sementara dua nelayan lainnya berhasil berenang mengikuti arus ombak hingga ke pesisir pantai Desa Tolbuk, Kecamatan Klampis.

Dua korban selamat itu yakni, Rafel Anggara Putra (23) dan Moh Adiem (31), keduanya juga warga Jalan Pertempuran, Kelurahan Pejagan, Kota Bangkalan. Adiem merupakan kakak ipar dari Rafel.

Sementara rumah korban hilang, Nari hanya beberapa meter di depan rumah Adiem dan Rafel.

“Saya sempat dua kali menolong (Nari) tetapi gagal, menolong kakak ipar (Adiem) sekali dan tubuhnya langsung nongol,” ungkap Rafel di sela menemui beberapa warga yang berkunjung ke rumahnya, Kamis malam.

Ketiganya berangkat mencari rajungan dari pesisir Kampung Bandaran, Kelurahan Pangeranan, Kota Bangkalan pada Kamis dini hari, sekira pukul 02.00 WIB.

Menggunakan perahu berbahan fiber bertuliskan ‘Pemburu Cinta’, mereka tiba di perairan Desa Tolbuk sekitar pukul 05.00 WIB dan mulai menebar jaring. 

“Saat menarik jaring, sekitar pukul 06.00 WIB, angin kencang datang serta dua kali ombak besar menghantam perahu hingga terbalik."

"Satu orang berada di dalam perahu yang karam,” jelas Rafel.

Kondisi perahu yang rusak akibat terjangan ombak, membuat Rafel dan Adiem bertahan hidup dengan cara mengapung di tengah laut.

Mereka pasrah, terombang-ambing mengikuti arus ombak.

Kedua hanyut ke pesisir pantai Desa Tolbuk pada pukul 14.22 WIB atau sekitar 7 jam bertahan hidup dengan cara mengapung.

“Setiba di daratan, kami tidak menemukan seorang warga."

"Akhirnya terpaksa kami membangunkan warga yang sedang tidur untuk meminta pertolongan,” pungkas Rafel.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved