Sabtu, 11 April 2026

Berdalih Bercanda, Oknum guru SMK Diduga Lakukan Pelecehan ke Siswanya

Kasus Pelecehan seksual melibatkan oknum guru SMK kembali terjadi. Kali ini kasus pelecehan tersebut terjadi di wilayah Ibukota, Jakarta.

Editor: Taufiq Rochman
Women's eNews
ILUSTRASI PELECEHAN - Seorang oknum guru di SMK di Kalideres Jakarta Barat, diduga melakukan pelecehan terhadap sejumlah muridnya. Dugaan ini muncul setelah adanya laporan dari para siswa yang merasa tidak nyaman dengan perilaku guru tersebut. 

TRIBUNMADURA.COM - Pelecehan seksual melibatkan oknum guru SMK kembali terjadi.

Kali ini kasus pelecehan tersebut terjadi di wilayah Ibukota, Jakarta.

Oknum guru tersebut berdalih tindakannya itu hanya bercanda.

Perilaku yang diadukan termasuk tindakan seperti mengelitik jari saat bersalaman atau memegang bahu siswi secara tidak pantas.

Sebelum kasus ini menjadi viral, para pelajar SMK itu menggelar unjuk rasa di halaman sekolah.

Dalam aksi tersebut, para siswa membawa poster berisi kritikan dan menyalakan flare sebagai bentuk protes.

Unjuk rasa ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar terganggu, dan siswa yang sedang berbaris di halaman terpaksa membubarkan diri.

Laporan ke Polisi

Kasus ini pertama kali dilaporkan secara lisan oleh salah seorang murid kepada petugas polisi yang sedang melakukan patroli kewilayahan.

Meskipun belum ada laporan resmi ke polisi, Kapolsek Kalideres, Kompol Arnold Julius Simanjuntak, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah memulai penyelidikan dan meminta keterangan dari beberapa perwakilan sekolah, termasuk kepala sekolah.

Pada 25 Februari 2025, oknum guru tersebut membuat surat pernyataan mengundurkan diri.

Dalam klarifikasinya, guru tersebut mengaku bahwa tindakannya hanya berupa candaan dan tidak bermaksud melecehkan.

Ia juga meminta maaf kepada para korban dan keluarga korban atas perbuatannya yang dianggap khilaf.

Pada Rabu, 5 Maret 2025, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Sarjoko, membenarkan adanya kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.

Sarjoko menyatakan bahwa guru tersebut telah mengakui perbuatannya dan telah mengundurkan diri.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved