Kamis, 21 Mei 2026

Berita Terkini Jombang

Alasan Sebenarnya Pemudik Nekat 'Prank' Polisi Ngaku Jadi Korban Begal

Dwi Nur Iman (24) pemudik yang dibegal di Bypass di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang ternyata berbohong. 

Tayang:
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Taufiq Rochman
Polsek Mojoagung
KORBAN BEGAL JOMBANG - Dwi Nur Iman saat memberikan pernyataan di Mapolsek Mojoagung, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur bahwa ia membuat laporan palsu telah dibegal pada Sabtu (31/3/2025). Ternyata malu kepada keluarga tidak membawa uang saat lebaran hingga nekat buat laporan palsu telah dibegal.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Puji Widodo

TRIBUNMADURA.COM, JOMBANG - Dwi Nur Iman (24) pemudik yang dibegal di Bypass di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang ternyata berbohong. 

Dwi yang sebelumnya mengaku dibegal di Bypass Mojoagung Jombang pada Sabtu (29/3/2025) saat hendak menuju kampung halamannya di Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang dari malang ternyata membuat pernyataan palsu. 

Alasannya membuat laporan palsu dibegal karena malu pulang ke rumah tidak membawa uang.

Pengakuan tersebut langsung keluar dari milik Dwi sendiri di hadapan polisi. 

Dalam pengakuannya, Dwi menyatakan jika pembegalan tersebut adalah kebohongan yang ia karang sendiri untuk menutupi rasa malunya karena tidak membawa uang saat mudik lebaran.

"Laporan saya dibegal di Bypass Mojoagung tidak benar. Saya tidak mengalami kerugian apapun."

"Semua itu saya lakukan karena untuk menutupi rasa malu dan kesalahan saya kepada keluarga," ucapnya dalam keterangan yang diterima pada Senin (31/3/2025). 

Sementara itu, menurut Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas menjabarkan jika setelah tahapan penyelidikan mendalam yang dilakukan Polsek Mojoagung dan tim Resmob Polres Jombang, ada kejanggalan yang tercium dari laporan Dwi. 

"Setelah pemeriksaan mendalam, diketahui yang bersangkutan ini dipastikan membuat berita bohong."

"Dia membuat alasan itu karena tidak membawa uang saat lebaran."

"Uang tersebut dihabiskan oleh yang bersangkutan," katanya. 

Karena uangnya sudah habis duluan, yang bersangkutan ini malu kepada orang tuanya dan membuat laporan palsu ke pihak kepolisian bahwa ia telah menjadi korban begal.

Kompol Yogas melanjutkan, luka-luka yang ada di tubuh Dwi ternyata bukan diakibatkan pembacokan, melainkan luka yang ia buat sendiri dengan kawat.

"Luka yang disayat pakai kawat. Di bagian kaos juga ada sobekan sedikit dan tidak ada bekas darah."

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved