Minggu, 14 Juni 2026

Harga Kelapa Kini Tembus Rp25 Ribu per Butir, ini Penyebab dan Dampaknya

Kemarau panjang menyebabkan penurunan produksi kelapa secara signifikan bahkan sampai 60 persen.

Tayang:
Penulis: Lia Handayani | Editor: Arie Noer Rachmawati
Serambinews
HARGA KELAPA - Ilustrasi buah kelapa. Harga kelapa kini mencapai Rp25 ribu per butir. Pemerintah menjelaskan faktor penyebabnya. 

TRIBUNMADURA.COM - Pemerintah pusat bergerak cepat merespons lonjakan harga dan kelangkaan stok kelapa di dalam negeri.

Dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (22/4/2025), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung untuk meningkatkan produksi kelapa nasional. 

Langkah ini diambil sebagai strategi menghadapi tantangan serius di sektor perkebunan, terutama terkait pasokan dan harga kelapa yang kian tidak terkendali.

"Harga kelapa naik, stok di pasar makin menipis. Pak Presiden sudah instruksikan agar produksi kelapa ditingkatkan. Kami pun sudah petakan daerah-daerah potensial untuk pengembangan, tinggal menunggu arahan lanjutan," ujar Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2025).

Kenaikan harga kelapa bukan semata karena masalah produksi, melainkan juga dipicu oleh meningkatnya permintaan dari pasar internasional.

Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI), Rudy Handiwidjaja, mengungkapkan produk olahan kelapa tengah menjadi primadona global, dengan permintaan tinggi datang dari berbagai negara, termasuk China dan Malaysia.

Baca juga: Pedagang Sebut Kepala Pasar Kolpajung Diduga Jadi Makelar Jual Beli Kios, Ini Jawaban Slamet Efendi

"Tren pasar global untuk produk olahan kelapa sedang sangat positif. Banyak kelapa kita diekspor, khususnya ke China dan Malaysia. Itu sebabnya stok dalam negeri berkurang dan harga pun melonjak," jelas Rudy dalam wawancara dengan Tribunnews, Senin (21/4/2025).

Produksi Anjlok Akibat Kemarau, Ribuan Karyawan Dirumahkan

Sayangnya, kondisi diperburuk oleh dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir tahun lalu.

Kemarau panjang menyebabkan penurunan produksi kelapa secara signifikan bahkan menurut Rudy, sampai 60 persen.

Akibatnya, harga kelapa di pasar tradisional kini menembus angka Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per butir.

Tak hanya masyarakat sebagai konsumen yang terdampak, industri pengolahan kelapa pun ikut tertekan.

Banyak perusahaan mulai merumahkan pegawainya karena kekurangan bahan baku.

Rudy mencontohkan Sambu Group, salah satu perusahaan besar di sektor kelapa, yang terpaksa merumahkan sekitar 3.500 karyawan.

"Kalau ditotal, industri ini bisa saja sudah merumahkan sekitar 10 ribu orang. Belum lagi UMKM yang padat karya dan sangat bergantung pada bahan baku kelapa. Banyak yang sudah gulung tikar," katanya dengan nada prihatin.

Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini 15 April 2025, Antam dan UBS Kompak Turun Tipis 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved