Harga Kelapa Kini Tembus Rp25 Ribu per Butir, ini Penyebab dan Dampaknya
Kemarau panjang menyebabkan penurunan produksi kelapa secara signifikan bahkan sampai 60 persen.
Penulis: Lia Handayani | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNMADURA.COM - Pemerintah pusat bergerak cepat merespons lonjakan harga dan kelangkaan stok kelapa di dalam negeri.
Dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (22/4/2025), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung untuk meningkatkan produksi kelapa nasional.
Langkah ini diambil sebagai strategi menghadapi tantangan serius di sektor perkebunan, terutama terkait pasokan dan harga kelapa yang kian tidak terkendali.
"Harga kelapa naik, stok di pasar makin menipis. Pak Presiden sudah instruksikan agar produksi kelapa ditingkatkan. Kami pun sudah petakan daerah-daerah potensial untuk pengembangan, tinggal menunggu arahan lanjutan," ujar Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2025).
Kenaikan harga kelapa bukan semata karena masalah produksi, melainkan juga dipicu oleh meningkatnya permintaan dari pasar internasional.
Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI), Rudy Handiwidjaja, mengungkapkan produk olahan kelapa tengah menjadi primadona global, dengan permintaan tinggi datang dari berbagai negara, termasuk China dan Malaysia.
Baca juga: Pedagang Sebut Kepala Pasar Kolpajung Diduga Jadi Makelar Jual Beli Kios, Ini Jawaban Slamet Efendi
"Tren pasar global untuk produk olahan kelapa sedang sangat positif. Banyak kelapa kita diekspor, khususnya ke China dan Malaysia. Itu sebabnya stok dalam negeri berkurang dan harga pun melonjak," jelas Rudy dalam wawancara dengan Tribunnews, Senin (21/4/2025).
Produksi Anjlok Akibat Kemarau, Ribuan Karyawan Dirumahkan
Sayangnya, kondisi diperburuk oleh dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir tahun lalu.
Kemarau panjang menyebabkan penurunan produksi kelapa secara signifikan bahkan menurut Rudy, sampai 60 persen.
Akibatnya, harga kelapa di pasar tradisional kini menembus angka Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per butir.
Tak hanya masyarakat sebagai konsumen yang terdampak, industri pengolahan kelapa pun ikut tertekan.
Banyak perusahaan mulai merumahkan pegawainya karena kekurangan bahan baku.
Rudy mencontohkan Sambu Group, salah satu perusahaan besar di sektor kelapa, yang terpaksa merumahkan sekitar 3.500 karyawan.
"Kalau ditotal, industri ini bisa saja sudah merumahkan sekitar 10 ribu orang. Belum lagi UMKM yang padat karya dan sangat bergantung pada bahan baku kelapa. Banyak yang sudah gulung tikar," katanya dengan nada prihatin.
Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini 15 April 2025, Antam dan UBS Kompak Turun Tipis
kelapa
Menteri Pertanian
Andi Amran Sulaiman
Prabowo
Tribun Madura
TribunMadura.com
madura.tribunnews.com
| Madura United Cuci Gudang, Rombak Hampir 90 Persen Skuad, Bakal Datangkan 11 Pemain Baru |
|
|---|
| Dampak Listrik di Bangkalan Sering Padam, Dinamo Kompresor Ratusan Juta Rupiah Pabrik Jebol |
|
|---|
| Pengalaman ke Tanah Suci, Anggota DPR RI Ansari Bawa Catatan Penting untuk Perbaikan Layanan Haji |
|
|---|
| Fakultas Kedokteran UTM Bangkalan Diresmikan, Wagub Jatim Emil Dardak: Madura Siap Cetak SDM Unggul |
|
|---|
| Hari Kedua Pencarian, Santri Ponpes MMQ Kediri yang Hilang di Pantai Pangi Blitar belum Ditemukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Kelapa.jpg)