Lifestyle
Ucapan 'Terima Kasih' ke ChatGPT Bisa Bikin Tagihan Listrik Perusahaan Membengkak, Ini Alasannya
Ucapan "tolong" dan "terima kasih" yang diketik ke ChatGPT justru bisa meningkatkan biaya listrik perusahaan hingga jutaan dolar AS per tahun.
Penulis: Afrilia Mustika Damayanti | Editor: Titis Suud
TRIBUNMADURA.COM - Pernahkah Anda mengucapkan 'terima kasih' setelah meminta bantuan ke ChatGPT? Atau mungkin, menjadikan ChatGPT sebagai tempat curhat dan berbagi isi hati?
Ternyata, hal kecil semacam ini bisa memberi dampak besar, lho. Tidak hanya soal etika atau kesopanan, tetapi juga menyangkut konsumsi listrik dan jejak karbon yang dihasilkan.
Kebiasaan berperilaku sopan saat berbicara dengan Artificial Intelegence (AI) seperti ChatGPT memang dianggap wajar oleh sebagian pengguna, karena suasananya mirip seperti berdialog dengan manusia.
Namun, pernyataan mengejutkan datang dari CEO OpenAI, Sam Altman, yang sempat ramai diperbincangkan.
Ia mengungkapkan bahwa frasa sederhana seperti "please" dan "thank you" yang diketik ke ChatGPT justru bisa meningkatkan biaya listrik perusahaan hingga jutaan dolar AS per tahun.
Baca juga: OpenAI Rilis Fitur Pengubah Foto Bergaya Ghibli, Pernyataan Lama Hayao Miyazaki Kembali Mencuat
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Setiap kali pengguna mengirim permintaan atau pesan ke ChatGPT, sistem yang bekerja di balik layar harus memproses permintaan tersebut secara intensif.
Proses ini tidak sekedar “membaca” dan “menjawab”, tetapi melibatkan pemrosesan data yang kompleks, bahkan jika hanya berupa kata-kata singkat seperti “terima kasih”.
Mengutip data dari Sustainable Business Union, satu permintaan yang dikirim ke ChatGPT setara dengan menghasilkan sekitar 4,32 gram karbon dioksida dan membutuhkan 500 mililiter udara untuk mendinginkan server.
Jika hanya dilakukan oleh satu orang, dampaknya memang kecil. Namun, membayangkan jika jutaan orang setiap hari mengetik “thank you” ke ChatGPT, akumulasinya cukup signifikan.
Bagi Anda yang gemar mencari informasi di Google, ada fakta menarik lainnya.
Permintaan yang dikirim ke ChatGPT ternyata memerlukan energi sepuluh kali lipat lebih banyak dibandingkan pencarian biasa di Google.
Dilansir dari helm.news, satu permintaan ke AI menghabiskan energi sekitar 0,0017 hingga 0,0026 kilowatt-jam (kWh) atau setara dengan menyalakan lampu 40 watt selama dua hingga empat menit.
Artinya, meskipun hanya mengetik satu atau dua kata, sistem tetap menghitungnya sebagai satu permintaan utuh dan memprosesnya sepenuhnya.
Baca juga: Chat GPT Bisa Menumpulkan Nalar Kita? Bandingkan dengan Google, Program dengan Versi Lebih Canggih
Upaya agar AI tidak boros
Chat GPT
Sam Altman
artificial intelegence
ucapan tolong ke chatgpt
ucapan terima kasih ke chatgpt
Tribun Madura
TribunMadura.com
| Ramalan Zodiak Rabu, 19 November 2025: Leo Nikmatilah Hidup, Cancer Beristirahatlah |
|
|---|
| JF3 Bawa Desainer Indonesia Tampil di Busan Fashion Week 2025 |
|
|---|
| Sanly Liu Tampil Memukau dengan Kebaya Motif Garuda di Ajang Miss Universe |
|
|---|
| Butuh Waktu Lama untuk Move On? Cek 5 Zodiak Paling Sulit Melepaskan Cinta Lama |
|
|---|
| Suka Ceplas-ceplos, 5 Zodiak Ini Dikenal Paling Berani Bicara Jujur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Ucapan-terima-kasih-dan-tolong-ke-ChatGPT.jpg)