Rabu, 22 April 2026

Starbase Resmi Jadi Kota Mandiri, Warga Cemas akan Akses Publik yang Terbatas

Markas besar SpaceX di ujung selatan Texas kini resmi menyandang status sebagai kota mandiri dengan nama Starbase. 

Editor: Taufiq Rochman
istimewa
KOTA MANDIRI - Markas besar SpaceX di ujung selatan Texas kini resmi menyandang status sebagai kota mandiri dengan nama Starbase. Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara pada Sabtu (3/5), dengan mayoritas suara datang dari para karyawan SpaceX yang menetap di wilayah tersebut. 

TRIBUNMADURA.COM, TEXAS - Markas besar SpaceX di ujung selatan Texas kini resmi menyandang status sebagai kota mandiri dengan nama Starbase

Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara pada Sabtu (3/5), dengan mayoritas suara datang dari para karyawan SpaceX yang menetap di wilayah tersebut.

Dikutip dari Inca Berita Dari total 283 pemilih yang memenuhi syarat, sebanyak 212 orang mendukung pembentukan kota baru ini, sementara hanya 6 orang yang menolak.

Dengan luas sekitar 3,9 kilometer persegi, Starbase tak sekadar menjadi kota kecil biasa.

Di bawah bayang-bayang ambisi Elon Musk, kota ini diproyeksikan menjadi pusat peluncuran roket ke Bulan dan bahkan Mars.

Elon Musk pun langsung menyambut antusias keputusan tersebut. Melalui akun X miliknya, ia menulis bahwa Starbase kini adalah “kota sungguhan”.

Namun, status baru ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Sebagian warga dan pengamat menilai pembentukan kota mandiri berpotensi memperluas kontrol pribadi Elon Musk atas wilayah tersebut, termasuk soal akses publik ke kawasan pesisir.

Saat ini, beberapa rancangan undang-undang tengah dibahas di legislatif negara bagian Texas.

Salah satunya berisi usulan pemindahan wewenang penutupan pantai dari pemerintah daerah ke wali kota dan dewan kota Starbase

Jika disahkan, regulasi tersebut bisa memberi kuasa besar pada SpaceX dalam mengelola lingkungan sekitar lokasi peluncuran.

Langkah SpaceX memperluas operasional juga terlihat dari pengajuan izin ke otoritas federal untuk meningkatkan frekuensi peluncuran roket dari lima kali menjadi 25 kali per tahun.

Dorongan ini dinilai sebagai bagian dari ambisi perusahaan untuk menjadi pemain utama dalam industri luar angkasa global.

Meski belum memberikan pernyataan resmi pasca pemungutan suara, manajemen SpaceX sebelumnya sudah mengisyaratkan arah yang ingin dituju.

Dalam surat yang ditulis tahun lalu, Manajer Umum Starbase Kathryn Lueders menegaskan bahwa mereka membutuhkan "wewenang penuh untuk mengembangkan komunitas Starbase", termasuk dalam pengelolaan jalan, utilitas, sekolah, dan layanan medis.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved