Kamis, 21 Mei 2026

Berita Surabaya

Desainer Pakai Hidden Cam Rekam Tubuh Molek Model saat Ganti Baju, Modusnya Casting Iklan

Sani Candradi, seorang produk designer diadili di Pengadilan Negeri Surabaya atas dakwaan

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Tony Hermawan
SIDANG DARING - Sani Candradi (kanan atas) diadili secara video call atas dakwaan Undang-Undang ITE. Laki-laki berprofresi sebagai desainer produk itu menggunakan modus casting iklan untuk merekam model ketika ganti baju. 


Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sani Candradi, seorang produk designer diadili di Pengadilan Negeri Surabaya atas dakwaan diam-diam merekam video tiga model wanita yang sedang ganti baju, lalu menyebarkannya di media sosial.
 
Ia menipu para model dengan iming-iming casting iklan.

Bukan produk ecek-ecek yang dicatut. Permen dengan merek ternama dijadikan bahan agar model-model tertarik mengikuti seleksi talent. Alih-alih model setelah casting mendapat job, justru ada video mereka sedang gantian pakaian.

Aksi Sani terbongkar setelah salah seorang korban mendapat direct message Instagram memberitahu ada video dirinya sedang ganti pakaian di sebuah grup Telegram. Yang mengejutkan, dua korbannya terkena tipu saat masih berusia remaja.

Jaksa Penuntut Umum Hajita menjelaskan bahwa pada tahun 2015, Sani Candradi menghubungi dua model, AA dan INA, dengan dalih casting untuk iklan produk Siantar Top dan permen Milkita. Ia memilih apartemen di Water Place Pakuwon Indah, Surabaya sebagai lokasi pengambilan foto dan video. Di sanalah, Sani diam-diam merekam saat model ganti pakaian.

"Tujuannya sebagai koleksi pribadi. Selain itu, terdakwa juga menjual dan mengirimkan foto atau video tersebut kepada 3 orang temannya yaitu Samuel domisili di Surabaya, Budi di Kota Semarang serta atas nama spektif," ujar Hajita.

Bukan hanya merekam saat ganti pakaian saja. Salah seorang model direkam secara sembunyi-sembunyi saat sedang sedang mandi.

"Bahwa saat terdakwa melakukan pengambilan foto atau video terhadap model menggunakan sarana kamera tersembunyi (spy camera) berbentuk key chain warna hitam dengan model seperti remote kunci mobil," terang Hajita.

Setelah terdakwa berhasil mendapat rekaman nude dua model, file tersebut dipindah ke dalam Laptop Macbook Apple untuk dilihat dan diedit. Tujuannya adalah sebagai koleksi pribadi, selain juga untuk dijual.

Pada tahun 2018, model VV menjadi korban berikutnya. Sani, dengan dalih photoshoot diam-diam merekam VV saat ganti baju.

Diduga korban Sani lebih dari tiga model.
Sebab dia beberapa kali bersama Nanda Fariezal, fotografer asal Gresik membujuk model-model agar bersedia berpose tanpa busana di depan kamera. Tapi keduanya diadili secara terpisah. Nanda Fariezal sudah lebih dulu mendapat vonis hukuman 1 tahun penjara.

*Terbongkar Korban Setelah 10 Tahun*

Model wanita inisial AA menyebut dirinya menjadi korban Sani saat masih usia di bawah 16 tahun. Ia baru mengetahui menjadi korban pelecehan selang 10 tahun kemudian, atau setelah dewasa.

Awalnya akun Instagram AA mendapat direct message (DM) dari salah satu followernya memberitahu bahwa ada video di grup Telegram bernama "Dino Merah" dan "Jilbob Indonesia" memperlihatkan dirinya sedang ganti pakaian. Atas temuan tersebut, AA melaporkan kejadian ini ke Polda Jawa Timur.

"Saya bisa tahu itu perbuatan Sani karena ada di video terekam jelas disuruh coba makan permen. Dari itu, udah langsung ingat banget itu siapa (pelakunya)," ungkap AA.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved