Berita Terkini Bangkalan
Banjir Rob Terjang Kampung Nelayan Kota Bangkalan, Warga Minta Normalisasi Sungai
Ratusan KK pada dua kelurahan kawasan pesisir sisi Barat Kota Bangkalan; Kelurahan Pangeranan dan Kelurahan Pejagan menjadi langganan banjir rob
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Taufiq Rochman
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Tidak terurusnya sedimentasi memicu pendangkalan di sepanjang aliran Sungai Bandaran.
Akibatnya, ratusan KK pada dua kelurahan kawasan pesisir sisi Barat Kota Bangkalan; Kelurahan Pangeranan dan Kelurahan Pejagan menjadi langganan banjir rob yang datang dua kali dalam setahun selama 20 tahun terakhir.
Kedatangan ‘tamu tak diundang’, yakni banjir rob kali ini membuat warga semakin resah karena ketinggian air sudah mencapai lebih dari setengah meter.
Beberapa perabotan rumah warga, khususnya di pemukiman warga RW III, RW V dan RW X mengalami kerusakan.
Di satu sisi, air rob dimanfaatkan para bocah untuk mandi dan berenang di sungai.
“Lemari rusak. Setahun dua kali datangnya, siang atau malam. (Banjir rob) malam 3 hari dan siang tiga hari."
"Air masuk rumah, kamar sehingga tidak bisa tidur sampai nantinya bersih-bersih ketika air surut,” ungkap seorang ibu rumah tangga, Febriana (40), Jumat (30/5/2025).
Banjir rob terjadi ketika air laut pasang tinggi sehingga meluap ke kawasan pesisir daratan.
Banjir rob di Kota Bangkalan, tidak hanya menerjang pesisir Kelurahan Pangeranan dan Pejagan namun juga menggenangi sejumlah kawasan perumahan yang lokasinya berada di sepanjang garis pesisir Barat Kota Bangkalan.
“Mudah-mudahan sungai segera dikeruk, sudah lama banget tidak dikeruk,” pungkas Febriana.
Ny Etik (59), warga Kelurahan Pangeranan mengungkapkan, genangan banjir rob kali ini sudah memasuki hari keempat yang datang di setiap pukul 8 pagi dan mulai memasuki halaman pekarangan rumah warga.
“Sekitar pukul 10 air sudah masuk rumah-rumah hingga dapur warga dan kembali pulang ke laut selepas waktu Dzuhur."
"Sekarang sudah empat hari, ya gatal airnya. Lha wong (air) dari selokan,” singkat Ny Etik.
Lurah Kemayoran, Agus Deni menyatakan, tahun lalu pihaknya telah melayangkan permintaan kepada Dinas Kelautan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pengerukan Sungai Bandaran yang menjadi batas dari Kelurahan Pangeranan dan Kelurahan Pejagan.
| Kakek Pencari Ikan di Bangkalan Ditemukan Tewas di Sungai Pacogan |
|
|---|
| Pemuda 18 Tahun Ditangkap Curi Kabel Jembatan Suramadu, Kerugian Rp299 Juta |
|
|---|
| Bahtsul Masail Ulama Muda Bangkalan Minta Gus Yahya Legowo Lepas Jabatan Ketum PBNU |
|
|---|
| Datangi Kemenag Bangkalan, Keluarga Korban Asusila Beber Kronologi Hilangnya Santriwati Saksi Kunci |
|
|---|
| Disperinaker Bangkalan Sediakan Layanan Digital SIAPKerja dan SISKOP2MI untuk Pencari Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Luapan-banjir-sungai-Bandaran-Bangkalan.jpg)