Selasa, 2 Juni 2026

Berita Terkini Bangkalan

Banjir Rob Terjang Kampung Nelayan Kota Bangkalan, Warga Minta Normalisasi Sungai

Ratusan KK pada dua kelurahan kawasan pesisir sisi Barat Kota Bangkalan; Kelurahan Pangeranan dan Kelurahan Pejagan menjadi langganan banjir rob

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Taufiq Rochman
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
20 TAHUN BANJIR ROB - Dangkalnya Sungai Bandaran akibat tidak terurusnya sedimentasi sungai membuat ketinggian air rob setiap tahun semakin tinggi menggenangi rumah milik ratusan KK di Kelurahan Pangeranan dan Kelurahan Pejagan, Kota Bangkalan. Ketinggian banjir rob kali ini dimanfaatkan para bocah untuk berenang dan mandi di sungai, Jumat (30/5/2025) 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Tidak terurusnya sedimentasi memicu pendangkalan di sepanjang aliran Sungai Bandaran.

Akibatnya, ratusan KK pada dua kelurahan kawasan pesisir sisi Barat Kota Bangkalan; Kelurahan Pangeranan dan Kelurahan Pejagan menjadi langganan banjir rob yang datang dua kali dalam setahun selama 20 tahun terakhir.

Kedatangan ‘tamu tak diundang’, yakni banjir rob kali ini membuat warga semakin resah karena ketinggian air sudah mencapai lebih dari setengah meter.

Beberapa perabotan rumah warga, khususnya di pemukiman warga RW III, RW V dan RW X mengalami kerusakan.

Di satu sisi, air rob dimanfaatkan para bocah untuk mandi dan berenang di sungai.

“Lemari rusak. Setahun dua kali datangnya, siang atau malam. (Banjir rob) malam 3 hari dan siang tiga hari."

"Air masuk rumah, kamar sehingga tidak bisa tidur sampai nantinya bersih-bersih ketika air surut,” ungkap seorang ibu rumah tangga, Febriana (40), Jumat (30/5/2025).

Banjir rob terjadi ketika air laut pasang tinggi sehingga meluap ke kawasan pesisir daratan.

Banjir rob di Kota Bangkalan, tidak hanya menerjang pesisir Kelurahan Pangeranan dan Pejagan namun juga menggenangi sejumlah kawasan perumahan yang lokasinya berada di sepanjang  garis pesisir Barat Kota Bangkalan.

“Mudah-mudahan sungai segera dikeruk, sudah lama banget tidak dikeruk,” pungkas Febriana.

Ny Etik (59), warga Kelurahan Pangeranan mengungkapkan, genangan banjir rob kali ini sudah memasuki hari keempat yang datang di setiap pukul 8 pagi dan mulai memasuki halaman pekarangan rumah warga.

“Sekitar pukul 10 air sudah masuk rumah-rumah hingga dapur warga dan kembali pulang ke laut selepas waktu Dzuhur."

"Sekarang sudah empat hari, ya gatal airnya. Lha wong (air) dari selokan,” singkat Ny Etik.

Lurah Kemayoran, Agus Deni menyatakan, tahun lalu pihaknya telah melayangkan permintaan kepada Dinas Kelautan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pengerukan Sungai Bandaran yang menjadi batas dari Kelurahan Pangeranan dan Kelurahan Pejagan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved